TamiangNews.com, KARANG BARU -- Datok Penghulu (Kepala Desa_Red) Kampung Suka Rahmat Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang memberikan penjelasan kepada warga terkait program nasional pengurusan sertifikat prona, Kamis (20/9).

Datok Suka Rahmat saat menjelaskan kepada warga terkait sertifikat prona bersama unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat kampong (Foto : Burhan/dok.TN)
Datok Penghulu Kampong Suka Rahmat, Daya Winata di depan warga mengatakan, biaya pengurusan sertifat prona memang gratis dan menjadi tanggung jawab para peserta dalam pengurusan sertifikat prona ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang.

"Namun karena warga sebagai peserta tidak mau repot alias tidak memiliki waktu akibat rutinitas sehari-hari, baik mengurus pemberkasan maupun pengurusan ke BPN maka pihak Pemerintahan Kampong yang akomodir", terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sanen kepada wartawan mengatakan, kedatangannya kemarin (kamis) dipaksa datang dengan alasan akan dikembalikan uang prona yang sudah diambil perangkat kampung.

"Saya dijemput dan dipaksa harus datang ke salah satu dinas untuk mengambil uang pengurusan prona milik saya oleh Hendra, namun sesampainya disana malah ditanya-tanya mengenai uang  pengurusan prona", bebernya sembari menjelaskan ia membantah bahwa berita yang ditulis dalam salah satu media mengenai sertifikat prona yang dibuat itu dibayarnya Rp 800 ribu. 

"Saya ngurus 2 sertifikat prona dengan memberikan uang 800 ribu, tapi bukan satu surat melainkan  dua surat, tapi karena sudah dijelaskan sama datok di rapat ini saya menjadi paham", ungkapnya.

Lebih jauh, Agus Mahdi yang juga menantu Sanen menambahkan, ketidakpahaman orang tua saya terkait prona inilah, maka diajak oleh si Hendra dan itupun tanpa sepengetahuan kami.

"Orang tua saya tidak paham mengenai pengurusan sertifikat ini, namun setelah rapat ini orang tua saya sudah paham, dan meminta maaf atas ketidakpahamannya kepada perangkat kampong dan warga Suka Rahmat," ucapnya.

Di sisi lain, salah seorang warga Dusun Suka Maju Kampung Suka Rahmat, Safrida kepada wartawan, mengucapkan terima kasih datok beserta perangkat telah membantu masyarakat dalam pengurus sertifikat prona, karena secara pribadi warga tidak memiliki waktu atau tidak paham dalam pengurusan prona.

"Masalah uang itu yang ambil untuk pengurusan Prona, tidak membebani dan terasa malah lebih dimudahkan karena kami ikhlas memberikannya," kata perempuan paruh baya yang bekerja sebagai penjual jajanan di kantin sekolah. 

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri warga penerima prona, perangkat Kampong, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. [] TN-W015 (Burhan)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.