TamiangNews.com, SUKA MAKMUE -- Dua warga Desa Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya mengaku dihadang empat ekor harimau sumatera pada Kamis (19/9) siang di kawasan Gunong Baneng, Desa Alue Rambot saat mereka naik dumptruck menuju lahan yang baru dibuka. Mereka sempat terjebak di lokasi itu dan harus berhenti beberapa menit menunggu kawanan harimau kembali masuk hutan.

Foto : Serambinews
Keuchik Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, Hasanuddin yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (21/9) membenarkan bahwa dua warganya yang hendak menuju ke lokasi lahan yang baru dibuka itu dihadang oleh empat ekor harimau. “Untungnya, mereka berada di dalam truk sehingga harimau tak menyerang, tapi justru masuk ke hutan lagi dan mereka pun langsung pulang,” ujarnya.

Keuchik Hasanuddin mengaku, kisah tentang harimau yang menghadang dua warganya itu ia peroleh dari pengakuan kedua warganya tersebut. “Dua warga kami mengaku bahwa mereka memang sempat bertemu dengan empat ekor harimau di jalan. Namun, mereka tidak kenapa-kenapa karena sedang berada di dalam truk,” kata Hasanundin tanpa menyebutkan nama kedua warganya yang mengaku bersirobok dengan si raja hutan itu.

Menurutnya, kawasan Gunong Baneng memang merupakan salah satu sarang harimau sumatera yang belakangan sering berkeliaran di daerah itu. “Kalau sudah pukul 17.00 WIB harus segera pulang ke rumah dan tak bisa berlama-lama di kebun, sebab harimau sering ke luar dari hutan pada sore hari, dan Gunong Baneng itu merupakan sarang harimau,” kata Afrijal, salah satu warga Alue Rambot.

Ia tambahkan, kawanan harimau memang tak asing lagi bagi warga di daerah itu karena memang sering muncul di dekat permukiman penduduk. “Meski demikian, warga perlu tetap berhati-hati. Jika sudah sore ya langsung saja pulang ke rumah masing-masing, karena khawatir harimaunya muncul,” kata Afrijal.

Ia juga menceritakan pengalamannya selama ini saat berada di kebun. Jika ada bau wangi itu tanda harimau tersebut masih jauh dari lokasi tempatnya berdiri. Namun, jika sudah tercium bau busuk itu pertanda harimau sudah mendekat. “Maka harus segera meninggalkan tempat kita berada,” kata Afrizal.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sabto Aji Prabowo mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan tentang adanya harimau di kawasan Desa Alue Rambot, Kecamatan Darul makmur, Nagan Raya. Terkiat hal itu, pihaknya telah mengirim tim ke lokasi untuk dilakukan pengecekan awal.

“Tim saya sudah ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung, guna dilakukan assesment terkait tindakan apa yang diperlukan dalam penanganan satwa dilindungi tersebut. Apakah dilakukan pengusiran atau tindakan lainnya, kita masih menunggu informasi dari tim kita yang sedang bekerja di lapangan. Nanti kita kabarkan lagi perkembangannya,” kata Sabto Aji Prabowo. [] SERAMBINEWS



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.