TamiangNews.com, KARANG BARU -- Management Club Tamiang United FC merasa dirugikan atas keputusan pembatalan Liga III Oleh Asprov PSSI Aceh pada Rapat Koordinasi seluruh Klub Kontestan Liga III, yang digelar Jumat 13/09/18 di Kantor Asprov PSSI Aceh, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.


Hal ini disampaikan Ketua Tamiang United FC, Syahri El Naser S Kom, kepada Media ini, Selasa (17/09) di Abah Kopi, Karang Baru. Menurutnya, tidak semestinya sekaliber Ketua Asprov patah arah memberikan opsi pembatalan perhelatan Liga III dengan alasan waktu yang tidak memungkinkan lagi untuk di gelar nya Kompetisi.

Padahal lanjut Nasir, waktu yang kita miliki sangat cukup untuk mempersiapkan segala  sesuatunya yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kompetisi Liga 3 Putaran Aceh, kurang lebih selama 40 (empat puluh) hari semenjak terpilih nya Ketua Asprov PSSI Aceh pada acara kongres yang dilaksanakan pada 01 Agustus yang lalu.

"Pertanyaan kita adalah, apa yang dilakukan selama ini oleh Ketua Asprov PSSI Aceh setelah beliau dinyatakan terpilih secara sah pada acara kongres tersebut. Kenapa tidak fokus dari awal agar Liga 3 ini segera di gelar", ungkap Nasir.

Nasir juga menyampaikan bahwa masih ada solusi lain agar Kompetisi Liga 3 Putaran Aceh ini bisa di gelar yaitu dengan upaya melakukan pendekatan secara emosional dan melobi kembali PSSI pusat agar memberikan tenggang waktu, dengan membuka kembali Pendaftaran bagi Klub Liga III di Aceh agar dapat ikut berkompetisi serta meminta kepada PSSI Pusat agar jadwal putaran Regional Sumatera di tunda sambil menunggu kompetisi putaran Aceh selesai di gelar.

"Kalau ketua Asprov saja tidak mampu, untuk apa jadi ketua", ungkap Nasir sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Nasir menyampaikan, bahwa beberapa klub kontestan Liga III sudah melakukan persiapan sejak awal tahun dengan menggelontorkan dana pribadi.

"Kami dari Januari sudah lakukan persiapan, dari mulai seleksi pemain, pelaksanaan TC jalan, Try In dan Try Out ke luar daerah, Dan itu semua memakai uang pribadi, apa itu tidak dipertimbangkan oleh Asprov", tanya Nasir.

Meski ada pengganti dari Liga III menjadi Liga Iskandar muda atau Liga apakah namanya nanti yang akan di gelar oleh Asprov PSSI Aceh, namun menurut  Nasir kompetisi tersebut tidak begitu bermanfaat bagi anak-anak pemain yang sudah di persiapkan selama ini. "Untuk apa dibuat Liga pengganti kalau tidak ada jenjang, mau dibawa kemana mereka dan itu sama saja buang-buang energi", kata Nasir. [] TN-RED (R) 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.