TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang berhasil membekuk pelaku pembunuhan warga setelah Kampung Bandar Khalifah, Mini Suryani hanya dalam 15 jam. 


Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi dari warga bahwa telah ditemukan mayat wanita tanpa identitas di sawah milik warga informasi Matang Tepah, setelah mendapatkan informasi tersebut, satuan Polres Aceh Tamiang langsung mendatangi lokasi tersebut pada Rabu 19/09/2018 pukul 11:58 waktu setempat. 

Hal tersebut Kapolres Kapolres Aceh Tamiang  AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH ketika konfrensi Pers yang di gelar di halaman Polres setempat, Kamis (20/09). 

Kapolres Aceh Tamiang menjelaskan bahwa terungkapnya kasus pembunuhan Mini Suryani setelah dilakukan identifikasi oleh Tim Reskrim di tempat kejadian. Serta dibantu juga keterangan dari beberapa saksi, bahwa malam sebelum ditemukannya mayat korban, ada yang melihat korban  berjalan berdua bersama seorang lelaki, jelasnya.  

Setelah dilakukan penyelidikan, tambah Kapolres lagi, ternyata pria yang sempat berjalan bersama korban tersebut warga kampung Matang Tepah Kecamatan Bendahara, yang bernama Muhammad Ikhsan (25). Yang diduga pacar korban dan juga pelaku pembunuhan Mini Suryani. 

Setelah mendapat cukup keterangan dari saksi dan penyelidikan, Tim Reskrim langsung mencari pelaku tersebut, yang ternyata sudah melarikan diri ke rumah kakak iparnya di Kabupaten Pidie Jaya, kata Kapolres.  

Selanjutnya, sambungnya lagi, Tim Reskrim pun melakukan pengejaran ke Kabupaten Pidie Jaya tempat persembunyian tersangka, setibanya di sana tersangka pun berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan sekira pukul 02.00 WIB. "Muhammad Ikhsan pun mengakui semua perbuatannya ketika diinterogasi petugas," ungkap Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan berdasarkan keterangan pelaku bahwa pelaku membunuh korban secara spontan. "terjadi cek cok mulut antara pelaku dan korban, karena pelaku tidak ingin korban bekerja di Banda Aceh, tetapi korban menolak keinginan pelaku, akhirnya pelaku emosi dan mencekik korban hingga tewas", terang Kapolres.  

Tidak hanya itu, sambungnya lagi, pelaku juga membawa korban ke tengah sawah serta menjerat leher korban dengan menggunakan batang padi hingga mulutnya mengeluarkan busa. "Untuk lebih pastinya, kita akan mendalami kasus ini, apakah ada unsur perencanaan atau murni sponitas tersangka", ungkap Kapolres. 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, berupa 1 buah handphone, segumpal jerami, 1 buah jam tangan, 1 buah kalung emas, sepasang baju dan sepasang sendal. "Barang lain seperti sepeda motor milik pelaku yang digunakan untuk menjemput korban dan melarikan diri ke Pidie Jaya sedang dalam perjalanan," papar Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MI dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Untuk selanjutnya nanti kita akan lakukan Rekonstruksi ulang, dan akan kita infokan ke rekan-rekan media," tandasnya. [] TN-W016 (Zulfitra)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.