TamiangNews.com, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia terus bekerja sama dengan LSM dan juga individu untuk membantu Palestina, khususnya pengungsi, terlebih setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan bantuan untuk badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA. Hal itu diungkapkan oleh uru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir.

Foto : Sindonews.com
"Indonesia saat ini terus kerja sama dengan berbagai stakeholders dalam negeri baik itu LSM atau dermawan untuk terus berikan bantuan kepada Palestina, termasuk bagi pengungsi," kata Arrmanantha, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

"Kita juga ajak komunitas internasional untuk terus berkontribusi beri bantuan kepada UNRWA, sehingga walaupun saat ini tengah mengalami kesulitan pendanaan, tapi program-program penting mereka bisa terus dilaksanakan," sambungnya.

Ketika ditanya jumlah bantuan yang diberikan Indonesia, Arrmanantha menyatakan jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bantuan AS. Bantuan itu, lanjut Arrmanantha, memang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing negara.

"Baru saja pada Agustus kemarin Indonesia telah lakukan kontribusi ke UNRWA sebesar USD200 ribu, saya lupa kalau kontribusi AS, kalau gak salah lebih dari USD300 juta. Kita harus sesuaikan kemampuan kita, ini cukup besar ya USD 200 ribu, lebih dari Rp20 miliar," ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan untuk UNRWA sangat penting karena fokus badan ini adalah memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina. 

"Tentunya bantuan URNWA ini akan lebih ringankan para pengungsi Palestina di berbagai tempat di perbatasan," tukasnya. [] SINDONEWS.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.