TamiangNews.com, BAUBAU -- Saksi gempa bumi tektonik 7,4 SR yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa ada ratusan anggota Satpol-PP yang belum diketahui nasibnya sampai saat ini. Pengakuan belum ditemukannya ratusan anggota Satpol-PP Kota Palu itu disampaikan saksi korban yang selamat dari terjangan tsunami bernama Adrian (35).


Adrian menceritakan kronologis bahwa ia adalah bagian dari 250 anggota Satpol-PP Kota Palu. Pada Jumat (28/9) kemarin, mereka bertugas mengamankan lokasi acara pembukaan Fetsival "Pesona Palu Lomoni".

Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9) pukul 15.00 Wita.

''Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,'' kata Adrian kepada Antara di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9).

"Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,'' katanya. ''Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik.''

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Antara, hingga Sabtu pagi pukul 10.17 Wita, jenazah anggota Satpol-PP yang ditemukan, baru empat orang. Mereka yang berada di kantor wali kota. Ada pun ratusan lainnya belum diketahui nasibnya. [] Republika (Antara)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.