TamiangNews.com, SUBULUSSALAM -- Dua ekor gajah yang terjebak selama beberapa tahun terakhir di perkebunan kelapa sawit Kota subulussalam, akan ditranslokasi dengan menggunakan helikopter.


Rencana penggunaan helikopter ini di sampaikan oleh Zbynek Hrabek koordinator lembaga penggiat lingkungan asal Republik Ceko, Prales Detem via Releasenya yang diterima TamiangNews.com, Minggu (30/09).

"Selama seminggu ini tim kami Yayasan Hutan Untuk Anak telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, instansi pemerintahan terkait, dan sejumlah lembaga lingkungan untuk mematangkan rencana", kata Zbynek menjelaskan.

Rencananya helikopter yang akan digunakan adalah helikopter milik militer dari pangkalan udara di Kota Medan, Sumatera Utara, "Kami sudah mengontak pihak militer di Medan, dan mereka menyatakan kesediaan, namun mereka masih menunggu surat permintaan resmi dari pihak BKSDA", lanjut Zbynek.

Sebelumnya, sepekan terakhir tim Yayasan Hutan Untuk Anak dan CRU Trumon terus berada dilapangan untuk memastikan lokasi keberadaan gajah dan memasang sejumlah kamera trap, selain itu mereka juga telah melakukan pengecekan lokasi realise atau pelepasan gajah, "Lokasi ideal yang kita dapatkan adalah wilayah Panton, setelah kami periksa ada jalur jejak gajah dan tersambung langsung ke hutan lindung", pungkas Zbynek. [] TN-RED (R)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.