TamiangNews.com, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat lima wilayah di kawasan timur Indonesia berpotensi untuk ditemukannya lapangan minyak raksasa (giant field).

Foto : jpnn.com
Lima wilayah tersebut adalah Blok Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar), Blok Arafura Selatan (Cekungan Arafura), Blok Boka (Cekungan Akimeugah), Blok Atsy (Cekungan Sahul), dan Blok Agats Barat (Cekungan Sahul).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, Badan Geologi menggunakan data seismik 2D, Passive Seismic Tomography (PST), rembesan mikro, penelitian GnG, serta metode lainnya guna menemukan cekuangan-cekungan tersebut. Hasilnya, pada Blok Selaru memiliki potensi P50 untuk skenario gas 4,8 trillion cubic feet (TCF).

”Dan minyak 4060 MMBO (million metric barrels of oil) atau juta barel minyak,” ujarnya, seperti diberitakan Jawa Pos.

Sementara itu, di Blok Arafura Selatan sumber daya potensial P50 untuk skenario gas 7,36 TCF dan minyak 6144.54 MMBO. Di Blok Boka total sumber daya potensial P50 pun untuk gas 1,1 TCF dan minyak 930 MMBO.

Pada Blok Atsy total sumber daya potensial P50 untuk gas 0.9 TCF dan minyak 750 MMBO. Terakhir, untuk Blok Agats Barat, ditemukan sumber daya potensial P50 untuk skenario gas 0,7 TCF dan minyak 575 MMBO.

Beberapa blok lain yang memiliki potensi migas (lead dengan skenario P50), di antaranya, Blok Wamena dengan 263,75 MMBO skenario minyak dan 395.625 BSCF skenario gas. Lalu, Teluk Bone Utara dengan potensi 239,79 MMBO untuk skenario minyak dan 1157.27 BSCF gas.

Ada pula Blok Sahul dengan potensi 150.75 MMBO skenario minyak dan 180.59 BSCF skenario gas. Selain itu, Blok Buru dengan potensi untuk skenario minyak 54 MMBO dan 118.13 BSCF gas. Serta Blok Misool dengan potensi 69.94 MMBO untuk skenario minyak dan gas 258.79 BSCF.

Eksplorasi lanjutan yang lebih detail terhadap area-area yang telah direkomendasikan badan geologi tersebut menjadi kunci bagi peningkatan jumlah cadangan migas terbukti yang kelak dimiliki Indonesia. Optimisme penambahan cadangan minyak dan gas diperkuat penambahan data baru di 42 persen cekungan sedimen oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.

Di dalam cekungan sedimen itulah minyak dan gas bumi terbentuk melalui sebuah proses yang saling terkait yang disebut sebagai sistem petroleum. Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen. Dari 42 persen yang sudah dieksplorasi terdiri atas 14 persen (18 cekungan) sudah produksi.

Lalu, 9 persen (12 cekungan) sudah dibor dan ditemukan minyak serta 19 persen (24 cekungan) sudah dibor, tetapi tidak ditemukan minyak.

Meski demikian, masih ada 58 persen (74 cekungan sedimen) yang belum dieksplorasi. Sebagian besar berada di kawasan timur Indonesia, baik onshore maupun offshore. [] JPNN.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.