TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pembatalan Liga 3 Oleh Asprov PSSI Aceh pada Rapat Koordinasi seluruh Klub Kontestan Liga 3 menuai protes dari berbagai Club, menurut mereka Asprov PSSI Aceh dinilai tidak Konsisten, Hal ini disampaikan oleh Ketua Club Tamiang United FC, Syahri El Nasir S. Kom, kepada wartawan TamiangNews.com di Karang Baru, Selasa (17/09).


Menurut Pria yang Konsisten dengan kemajuan sepak bola Aceh Tamiang ini, tidak semestinya sekaliber Ketua Asprov patah arah memberikan opsi pembatalan perhelatan Liga III dengan alasan waktu yang tidak memungkinkan lagi untuk di gelarnya Kompetisi.

Padahal, waktu yang dimiliki Asprov PSSI Aceh sangatlah cukup untuk mempersiapkan segala  hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kompetisi Liga 3 Putaran Aceh ini selama empat puluh hari semenjak terpilih nya Ketua Asprov PSSI Aceh pada acara kongres yang dilaksanakan pada 1 Agustus yang lalu bukanlah waktu yang singkat untuk penyelenggaraan Kompetisi Liga 3.

"Seharusnya sesuai dengan janji kampanye dong saat kongres dilaksanakan tempo hari yaitu menyelesaikan program kerja jangka pendek Asprov, dengan menggelar kompetisi Liga 3 Putaran Aceh secepatnya", ujar El Nasir.

Management Club Tamiang United FC merasa dirugikan atas keputusan pembatalan Liga 3 oleh Asprov PSSI Aceh ini, karena dari bulan januari Club telah mempersiapkan, mulai dari seleksi pemain, pelaksanaan seleksi jalan, try in dan try out keluar daerah dengan menggunakan dana Pribadi.

Nasir juga menyampaikan, bahwa masih ada solusi lain agar Kompetisi Liga 3 Putaran Aceh ini bisa di gelar yaitu dengan upaya melakukan pendekatan secara emosional dan melobi kembali PSSI pusat agar memberikan tenggang waktu, dengan membuka kembali Pendaftaran bagi Klub Liga III di Aceh agar dapat ikut berkompetisi serta meminta kepada PSSI Pusat agar jadwal putaran Regional Sumatera di tunda sambil menunggu kompetisi putaran Aceh selesai di gelar.

Seperti yang diketahui bahwa Asprov PSSI Aceh bertugas menyahuti kebutuhan Club-club untuk bergulirnya kompetisi ketingkat provinsi, bukan hanya mementingkan persiapan PORA saja, bahwa semua pengurus club telah melakukan pembinaan agar persepakbolaan Aceh lebih maju dan bermartabat tanpa meminta bantuan dari Asprov, akan tetapi Asprov terindikasi belum mampu melaksanakan tugasnya. 

"kalau memang ketua Asprov tidak mengerti mekanisme cara mengurus Club dan kebutuhan club, lebih baik Ketua Asprov mengajukan surat pengunduran diri saja dari pada merugikan Club Sepak bola yang ada di Aceh, jangan berambisi menjadi Ketua Asprov tapi keberadaan Asprov tidak memberikan kontribusi yang nyata malah sebaliknya terindikasi dapat mematikan Karir Putra - Putra terbaik Aceh, dan perlu di ingat juga bahwa 45 Club yang ada di Aceh menginginkan bergulirnya kompetisi Liga 3 dan bukan mematikan jenjang kompetisi Nasional", tutup Nasir. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.