TamiangNews.com, LANGSA -- Hangatnya topik pemberitaan disejumlah media sosial terkait carut marut persoalan pembelian lahan di Gampong Pasir Putih dan Langsa Lama yang direncanakan untuk perkantoran Kejari Langsa pada tahun 2016, dengan rencana anggaran sekitar Rp 3 miliar, namun anggaran baru dicairkan sebesar Rp 500 juta sudah menuai masalah dan hangat menjadi topik pemberitaan serta pembicaraan publik diberbagai kalangan masyarakat Kota Langsa.

Foto : Ilustrasi
Sekitar 10 orang pemilik lahan termasuk salah satunya adalah SY juga memiliki lahan sekitar dua rante, SY adalah orang yang dikenal sebagai makelar tanah sebab setiap persoalan jual beli tanah untuk kepentingan Pemko Langsa selalu ada keterlibatan SY.

Sesuai data yang ada pada media ini bahwa pada tahun 2016 Pemko Langsa telah merealisasi kan dana hibah melalui sumber dana APBK sebesar Rp 500 juta untuk ganti rugi lahan milik masyarakat gampong Pasir Putih dan Langsa Lama, Pemko Langsa.

Menurut keterangan masyarakat salah satu pemilik lahan yang akan diganti rugi untuk perkantoran Kejaksaan negeri Langsa, Jumat (10/08) mengungkapkan,"kami memang pernah dipanggil beberapa kali untuk rapat di kantor Kejaksaan Langsa pada saat itu masih ada pak Lakamis (Kepala Kejaksaan).yang sudah pindah tugas, rapat tersebut bertujuan untuk membahas soal lahan kami warga yang rencana akan di ganti rugi, dan foto copy surat lahan kami juga mereka (red-geuchik dan Anto) yang meminta kami ada sekitar 10 orang ketika itu", ungkapnya.

"Lahan kami yang mau diganti rugi sementara ada bangunan rumah  dan tanamannya, pak Geuchik dan Anto mengatakan pada kami, kata warga pihak Kejaksaan akan membayar dan mengganti rugi segala apa yang ada diatas lahan kami baik bangunan dan tanaman soal harga di sesuaikan dengan pasaran, namun hingga saat ini kami tidak tau lagi kelanjutannya, jujur kami tidak pernah terima uang satu rupiahpun, sedangkan kami berkali-kali pergi rapat di kantor Jaksa Langsa sementara minyak sepeda motor dan minum terpaksa kami beli sendiri, apalagi uang panjar, sepeser pun tidak ada", ujar warga yang enggan disebut namanya.

Bahkan warga setiap hari dibujuk dengan segala cara oleh Geuchik dan juga oleh pak Anto agar kami mau melepaskan lahan kami, karena dari sekian orang pemilik lahan yang foto copy surat tanah kami diminta dan dikumpul, ada beberapa orang yang tidak mau menjual lahannya karena ada bangunan rumah dan tanamannya.

"Padahal masalah tahun 2016 yang lalu, dan sampai sekarang tidak ada kepastian, dan lahannya juga tidak tau dimana yang mau diganti rugi karena ketika itu belum jelas dan belum pasti", menurut informasi, Pemko Langsa sudah menganggarkan dan merealisasikan anggaran sebesar Rp 500 juta tahu 2016 kemarin, lalu uang nya dikemanakan, sedangkan kami sedikit pun belum ada terima uang..? Tanya warga Pasir Putih dan Langsa Lama. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.