TamiangNews.com, JAKARTA -- Fahri Hamzah bereaksi keras terhadap sikap aparat kepolisian dan Kabinda Riau dalam menyikapi salah seorang tokoh gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman. Kasus penolakan terhadap gerakan tersebut juga terjadi di Surabaya dan Kubu Raya, Kalbar.

Foto : jpnn.com
Fahri Hamzah berkomentar panjang lebar di akun Twitter-nya. “Kalau begini cara kalian mengelola perbedaan pendapat, rusak negara ini. Katanya survey menang besar? Masak sama perempuan aja takut kalian, pakai kirim preman bakar ban bekas di bandara segala? Bikin deklarasi yg sama dong. Jangan sok kuasa lah! Jangan memancing perpecahan!” tulis Fahri Hamzah.

Di tweet yang lain, Fahri menyinggung soal peran BIN. “Ada pejabat BIN Daerah yang Gak baca UU intelijen maka dia harusnya dipecat aja...otaknya masih bermental otoriter...dia kira BIN punya kekuatan eksekusi...dia kira konstitusinya masih UUD sebelum amandemen..capek deh,” tulisnya.

“Mereka ingin sumpal mulut dan keberanian kita tapi kita memilih melawan!,” kata Fahri.

Ia pun mengatakan, “Lebih baik kau bunuh aku demi kebebasan generasi mendatang, daripada kalian hidupkan aku untuk kematian kebebasan. Akhirnya kejahiliahan akan merajalela. Aku tidak rela kebebasan kalian kebiri untuk kepentingan tirani pencitraan,” ujar Fahri.

Dikatakan, Tuhan Yang Maha kuasa telah menganugerahkan kebebasan dan hak memilih. Dengan itu manusia menentukan nasib dan hidup serta jalan terbaik yang akan ditempuh ke depan.

“Siapa yang ingin menghilangkan kebebasan adalah musuh saya. Karena saya menganggapnya musuh Tuhan yg telah anugerahkan hak dan kebebasan pada kita. Aku aku lawan sekuat tenaga, yang berwajah ramah atau yang berwajah ramah akan aku hadapi. Tidak perduli!” tegasnya.

Kemudian ia melanjutkan,”Jika nanti @prabowo dan @sandiuno terpilih, dan dilantik jadi presiden, lalu mereka melarang diskusi dan demonstrasi seperti sekarang, aku akan lawan mereka lebih keras dari cara aku melawan @jokowi dan @Pak_JK . Karena aku pernah mendukung mereka. Maka aku lawan! Aku muak dengan para penghadang kebebasan ini, muak!” tulis Fahri. [] JPNN.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.