TamiangNews.com, LANGSA -- Pekan Kebudayaan Aceh(PKA) yang sudah menjadi kegiatan continue sejak tahun 1958 harus di evaluasi sedemikian rupa dan benar benar dilakukan pengawasan sebaik mungkin, dan  dibuat friper dan hasil evaluasi panjang tersebut akan menjadi cikal bakal dan mendapat ruang yang bagus bagi masyarakat kita juga menjadi multi efek pembangunan yang lebih baik, hal itu disampaikan oleh Rafli Kande DPD-RI  Perwakilan Aceh, Senin (6/8).

Foto : Ilustrasi
Lanjut Rafli,"Ada beberapa masa yang menjadi keberuntungan bagi kita yang sangat luar biasa salah satu contoh adalah terlepasnya kita dari kondisi konflik, sehingga kita dapat menumpahkan segala ide-ide yang baik untuk pembangunan di daerah Aceh, dan tidak terlepas dari Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) itu sendiri", katanya.

Kemudian satu fase lagi, tambah Rafli, "keberuntungan bagi kita adalah pasca era  tsunami bahwa Allah telah menunjukan kepada kita bahwa kita adalah sebuah bangsa besar, bangsa yang benar-benar dan patut dikunjungi disilaturahmi oleh bangsa dan negara-negara lain yang ada di dunia karena kita sejak abad ke 13 sudah jauh berkontribusi dengan bangsa-bangsa besar yang ada didunia", ujar Rafli

"Jadi ini adalah menjadi suatu motivasi bagi kita untuk membuat PKA secara wibel khusus dan menjadi event, membrending dan  mendisplay serta memperkenalkan segala potensi yang ada di propinsi Aceh", tegas Rafli.

"Apabila ini tidak  kita lihat secara menyeluruh maka event empat tahunan ini akan menjadi hiburan yang hanya biasa biasa saja, yang hanya akan dinikmati oleh masyarakat Aceh itu sendiri, karena kita berharap event ini menjadi perhatian bangsa-bangsa didunia, sedangkan ketika saat terjadi Tsunami beberapa tahun lalu seluruh dunia sudah datang ke Aceh, kita sudah punya link kepada orang-orang diseluruh dunia, kini bagaimana kita bisa mengugah kembali mereka untuk datang ke daerah Aceh untuk menikmati suasana yang ada di Aceh".

Menurut Rafli Kande apabila acara PKA ini hanya menjadi acara yang biasa-biasa saja maka kita akan rugi semua sebab kegiatan PKA tahun ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp.72 miliar yang bersumber dana Otsus, oleh karena orentasinya dana Otsus adalah untuk kesejehteraan masyarakat Aceh secara keseluruhan.

"Pengadaan kegiatan PKA kali ini perlu dievaluasi apabila dilakukan hanya biasa-biasa saja, oleh karena ivent ini telah  menggunakan dana Otsus yang juga nilai nya mencapai Rp 72 miliar, harus bertarap Internasional baik segala fasilitas juga harus memadai tidak hanya dilakukan biasa-biasa saja,"pungkas Rafly Kande. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.