TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta Dinas Kesehatan Aceh dan bupati/wali kota untuk menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) dan Campak.

Foto : Serambi
Kegiatan ini sendiri rencananya dilaksanan serentak pada Agustus-September 2018.

Hal ini disampaikan Jubir Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada Serambinews.com, Minggu (5/8/2018).

Saifullah menjelaskan, penundaan ini dilakukan karena vaksin Measles Rubella yang diproduksi oleh Serum Institute of India tersebut belum ada sertifikat halal dari Majelis Permasyarakatan Ulama (MPU) Aceh dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tapi, lanjut pria yang akrab disapa SAG itu, bagi masyarakat non-muslim yang ingin mengimunisasikan anaknya dapat dilayani sebagaimana mestinya.

"Plt Gubernur Aceh, Bapak Nova Iriansyah minta ditunda hingga vaksinnya memiliki sertifikat halal, agar masyarakat muslim di Aceh nyaman mengikuti program imunisasi tersebut", katanya.

Melansir informasi dari Kepala Dinkes Aceh dr Hanief, SAG meginformasikan pihak Kementerian Kesehatan RI segera meminta data produksi vaksin kepada Serum Institute of India untuk mempercepat proses sertifikasi halal vaksin Campak dan MR tersebut.

"Apabila sudah ada sertifikat halal vaksin MR dan campak, program imunisasi dapat dilanjutkan secara massal", tutup SAG. [] SERAMBI


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.