TamiangNews.com, SEUMADAM - Selesai sudah kesabaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah memberikan 2 kali surat teguran kepada perusahaan yang memproduksi bahan baku beton ready mix (bat­ching plant) tanpa dilengkapi izin usaha pertambangan ini. Sehingga Pemerintah segera menerjunkan Polisi Pamong Praja nya untuk memasang Spanduk yang bertuliskan "Operasional PT. Tegas Nusantara ini Dihentikan Karena Tidak Memiliki Izin", pada Kamis (16/08).


Dengan dibantu pihak Kepolisian setempat Beserta LSM LembahtAri, dengan sigapnya para polisi Pamong Praja menghentikan alat Berat Buldozer yang sedang bekerja ini di Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

Setelah surat pri­hal teguran pertama Nomor: 503/053 tanggal 18 Januari 2018 dan prihal teguran kedua Nomor: 503/130 tanggal 6 Februari 2018 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Aceh Tamiang dilayangkan dan Melanggar ketentuan peraturan Undang-Undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 158 yang berbunyi, setiap orang yang melakukan usaha penam­bangan tanpa IUP IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud da­lam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3) Pasal 48, Pasal 67 ayat (1) Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. 

Namun penegasan Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, SH, M.Kn, melalui Surat Nomor: 503/5293 yang ditujukan kepada pimpinan PT Tegas Nusantara, Selasa, 14 Agustus 2018 ini tidak membuat Perusahaan ini jera sehingga dengan Sigap Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang menerjunkan petugasnya untuk menghentikan Operasional PT. Tegas Nusantara ini.


Di sela-sela penghentian Operasional PT. Tegas Nusantara, Kepala Satpol PP Kabupaten Aceh Tamiang Amirullah WD memerintahkan kepada Pengawas Perusahaan segera menghentikan dan mengeluarkan seluruh Alat Berat Beserta Dump Mixer dari lokasi  tempat perusahaan beroperasi.

Sementara itu Direktur LSM LembahtAri Sayed Zainal M, SH, yang turut Mendukung Penghentian Operasional juga turut menyampaikan kepada Wartawan TamiangNews.com, bahwa LembahtAri akan terus memantau penghentian Operasional PT. Tegas Nusantara, agar mematuhi penghentian semua aktivitas di lokasi pabrik yang tidak memiliki izin, ujar Direktur LembahtAri Said Zainal M, SH dengan nada tegas. 

"Apabila PT Tegas Nusantara masih tetap menjalankan aktivitasnya sejak tanggal 14 agustus 2018, maka LembahtAri akan melaporkan secara hukum PT. Tegas Nusantara karena telah melanggar Undang Undang Nomor  4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta Undang Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dapat dipidana penjara karena perusahaan berpotensi melakukan tindakan perbuatan melawan hukum", ucap Said Zainal. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.