TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sekitar 20 orang dari perwakilan panitia pemekaran tiga Kampung persiapan, masing-masing Kampung Persiapan Mekar Jaya Kec Rantau, Kampung Persiapan Sumber Makmur Kec Tenggulun dan Kampung Persiapan Alur Mentawak Kec. Kejuruan Muda sekitar pukul 14.30 mengikuti rapat di ruang rapat Bupati Aceh Tamiang, Kamis (02/08).



Rapat yang dipimpin langsung Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, MKn dipaparkan progres urusan percepatan pendefenitifan Kampung hasil konsultasi team Kabupaten Aceh Tamiang yang terdiri dari unsur Eksekutif dan Legislatif ke Dirjend Bina Pemerintahan Desa di Jakarta.

Adapun hasil konsultasi team Kabupaten Tamiang ke Dirjend Bina Pemerintahan Desa, direkomendasi adanya perbaikan peta kampung dengan skala 5000 s.d 10.000 untuk usulan kode Desa.

Kepala Dinas PMK dan PPKN Aceh Tamiang Tri Kurnia, menjelaskan dalam proses usulan ini nantinya Gubenur Provinsi Aceh atau Bupati Aceh Tamiang harus pro aktif dan akan lebih baik lagi kalau urusan ke Jakarta dapat langsung jumpa Menteri Dalam Negeri atau Dirjend, jelasnya Tri Kurnia.

Sementara Bupati Aceh Tamiang, Mursil SH MKn, menyampaikan bahwa segala tahapan sudah berjalan dan sedang berproses. Adapun kekurangan Administrasi yang ada, kiranya Dinas PMK dan PPKB dapat segera melengkapinya. 

"Jika persyaratan Dokumen sudah lengkap, akan saya usahakan dapat berjumpa dengan Menteri Dalam Negeri", imbuh Mursil SH MKn.

Sugiono, SH Juru bicara Aliansi Kampung  Persiapan Aceh Tamiang (AKPAT) dalam pernyataannya mengatakan, sekali lagi yang harus diingat bahwa pemekaran Kampung sudah diusulkan sejak tahun 2006. 

"Kami dari 3 Kampung Persiapan  (Mekar Jaya, Alur Mentawak dan Sumber Makmur)  meminta agar urusan ini benar-benar diurus secara serius, jangan sampai Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, ngak siap dan kita kehilangan momentum dalam mengusulkan Kode Desa ke Dirjend Bina Pemerintahan Desa di Kemendageri", sebutnya. 

Menurut Sugiono, Kemendageri tiap tahunnya hanya pada bulan April dan September saja ada membuka penerimaan usulan pemekaran. Juga harus diingat bahwa Undang - Undang mengatur usia Kampung persiapan batas maximalnya hanya selama 3 tahun, kami sudah berstatus sebagai Kampung persiapan sejak tahun 2016. Semoga semua fihak, baik itu Eksekutif dan Legislatif mau bekerja sungguh-sungguh dan mensukseskan kerja percepatan pendefenitifan 3 Kampung ini, harap Sugiono. [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.