TamiangNews.com, KARANG BARU -- Diduga oknum salah seorang oknum Anggota DPRK Aceh Tamiang yang baru-baru ini diangkat sebagai Ketua salah satu Partai Nasional, tiba tiba menjadi perhatian pembicaan publik karena kebijakannya membagi-bagikan bantuan lembu milik Kelompok Tani Gemah Rifah II Kampung Jamur Labu Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang kepada sanak saudara dan timsesnya.

Foto : Ilustrasi
Hal itu diungkapkan oleh Rinaldy Afrizal Sekretaris KTNA Kabupaten Aceh Tamiang, Rinaldy Afrizal kepada awak media pada Kamis (9/8).

"Hasil monitoring KTNA Aceh Tamiang disejumlah Kelompok Tani penerima bantuan sapi melalui Aspirasi Anggota DPRK Aceh Tamiang Tahun 2018, diduga ada pengelapan dari oknum dewan yang bersangkutan", jelas Rinaldy Afrizal.

Menurutnya temuan tersebut terjadi di Poktan Gemah Rifah II Kampung Jamur Labu Kecamatan Rantau, program bantuan sapi yang diterima kelompok awalnya berjumlah 10 ekor sapi, karena ada keperluan untuk bagi-bagi, oleh oknum anggota DPRK dari Komisi B tersebut membawa 7 ekor sedangkan sisa 3 ekor sapi ditinggal di kandang Kelompok.

"Awalnya pada bulan Juni 2018 kelompok menerima 10 ekor, namun 7 ekor lagi diambil oleh oknum dewan. Kabarnya 7 ekor sapi yang dibawanya diecer ke luar kelompok & luar kampung dengan sasaran penerima bantuan sanak family serta timmses untuk kepentingan Pileg 2019", jelas Rinaldy.

Rinaldy sangat menyayangkan dan mengsesalkan terhadap tindakan yang diambil oleh oknum dewan tersebut, bantuan untuk Poktan dijadikan ajang permainan dan komoditas politik.

"Kami atas nama KTNA Aceh Tamiang sebagai wadah induk organisasi tani sangat menguatirkan jika model Aspirasi Dewan terus menabrak aturan yang ada, hal ini akan merusak tatanan, tujuan serta menambah kerentanan dalam Kelompok Tani. Hal ini sangat bertolak belakang dengan spirit KTNA yang mana harusnya kelembagaan tani menjadi wadah perubahan bagi orang-orang dan sektor pertanian itu sendiri", jelasnya

Sementara itu Sekretaris LSM Pemuda Peduli Bangsa Aceh Tamiang, Burhanuddin SH  terkait dengan persoalan tersebut meminta agar aparat penegak hukum dapat segera menyelidiki dugaan permasalahan penyalahgunaan wewenang Anggota DPRK atas pengelapan bantuan 7 ekor sapi tersebut.

"Uang negara mana bisa digunakan sesuka hatinya, apa lagi sampai dengan melanggar prinsip-prinsip aturan pengunaan uang negara, jika anggota dewannya berperilaku seperti itu bisa habis dan hancurlah daerah ini. Untuk kebenarannya, pihak penegak hukum perlu melakukan penyelidikan", tegas Burhanuddin.

Sementara itu Anggota DPRK Aceh Tamiang yang baru-baru ini diangkat sebagai Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem)  Mawardinur yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan tidak ada lembu lembu tersebut dibagi bagikan untuk keluarga saya, memang ada satu ekor karena ribut ribut saya tarik kembali diserahkan kekelompok, buat apa kita ribut-ribut masalah itu, saya yang jelas membela masyarakat, silahkan cek sendiri kelokasi biar tidak ada fitnah, jawabnya. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.