TamiangNews.com, ACEH TAMIANG -- Bencana gempa lombok telah mengakibatkan korban jiwa 500 orang lebih, 5.000 orang luka luka dan ratusan ribu orang mengungsi baik di tenda-tenda darurat maupun di tempat yang lebih aman. 


Selain mengakibatkan korban jiwa, musibah juga mengakibatkan Trauma bagi para korban yang selamat, khususnya perempuan dan anak-anak.

Oleh karenanya, Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) yang bergabung dengan posko Sinergi Foundation memberikan pendampingan trauma healing kepada anak-anak korban gempa di Sembalun Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gebetan, Drs. Sepriyanto, Rabu (29/8/2018) mengatakan tim Gebetan yang terdiri dari tiga orang relawan untuk trauma healing dan satu orang dokter tiba di Sembalun pada tanggal 19 Agustus 2018 dan langsung bergabung dengan posko Sinergi Foundation, yang dari hari pertama paska gempa sudah berada di Lombok untuk melayani para pengungsi dengan program #LetsHelpLombok. 

"Relawan Gebetan mulai melakukan kegiatan trauma healing kepada para korban Gempa di Sembalun, Lombok Timur khususnya pada anak-anak dan remaja pada 22 Agustus 2018", ujarnya.

Menurutnya, trauma healing sangatlah penting untuk diatasi, melihat banyak dari korban bencana alam mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara yang menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya. Trauma healing sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi.

Program Trauma healing ini akan dilakukan secara teratur agar dapat membangun kembali mental para korban, terutama siswa. Terhadap anak-anak, misalnya, program trauma healing dapat dilakukan dengan membangun kelompok bermain yang diikutkan ke dalam kelas, atau kegiatan-kegiatan bermain, belajar, membaca buku, kegiatan kesenian seperti tari, musik, dan melukis bahkan kegiatan beragama.

Trauma healing yang diberikan pada anak-anak bertujuan agar mereka mampu melupakan kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau, sehingga membuat mereka lebih siap apabila bencana datang kembali.

“Selain gedung dan tenda sebagai sarana kita perhatikan, jiwa anak anak juga sangat penting. Makanya program Trauma Healing ini akan terus berlanjut”, tambahnya.

Sepriyanto menambahkan untuk Desa Bilok Petung kegiatan trauma healing yang dilaksanakan dengan cara memberikan ATK untuk kegiatan mewarnai, berdongeng dan mengajarkan beberapa lagu seperti lagu "Kalau Ada Gempa" serta bermain permainan tradisional.

"Tim trauma healing Gebetan juga melaksanakan mini Workshop kepada kader lokal mengenai psikologis perkembangan anak dan  metode trauma healing untuk kebencanaan", ujar Sepriyanto. [] TN-RED (R) 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.