TamiangNews.com, SEMARANG -- Kondisi terakhir bocah 10 tahun yang diduga menjadi korban rudapaksa di rumah kos kawasan Mlatiharjo, Semarang, kini masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Foto : Tribunnews.com
Kondisinya masih sangat memprihatinkan dan hanya bisa menangis maka memerlukan pendampingan untuk pemulihan.

"Jadi karena kondisi RN sangat lemah, akhirnya dirujuklah ke RS di Semarang esok harinya," ujar PLH Kepala SPTPPA DP3AKB Jateng, Hanityo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak RS pun langsung menghubungi DP3AKB Jateng karena diduga ada indikasi pemerkosaan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKB) Provinsi Jateng pun langsung dampingi RN.

"Kami fokus pada kesembuhan RN, karena kondisinya parah baik fisik maupun psikisnya, belum lagi background keluarganya yang cukup bermasalah," ungkapnya.

Diduga RN tidak makan selama berhari-hari, saat diperiksa ia pun mengalami dehidrasi berat.

"Kasus ini, kami bekerja sama dengan berbagai pihak, dari kepolisian, serta lembaga-lembaga terkait. RN memerlukan perawatan khusus untuk jangka waktu yang tidak singkat," jelasnya.

Penyelidikan kasus RN ditangani langsung oleh unit PPA Polrestabes Semarang.

Pihak DP3AKB sendiri belum mendapatkan informasi lengkap terkait keluarga RN.

"Intinya kami fokuskan mendampingi RN. Hingga saat ini pun kondisinya hanya dapat berbaring, kalau duduk harus dibantu. RN juga masih belum dapat berkomunikasi dengan siapa pun."

Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribunjateng.com, RN tinggal bersama ibunya di kamar kos tersebut.

Sebelumnya diberitakan sekitar seminggu sebelum RN ditemukan oleh warga dalam kondisi tak berdaya, ibu RN tengah menjalani binaan di rehabilitasi sosial setelah terjaring razia Satpol PP.

Korban ditemukan warga sekitar dalam kondisi tak berdaya, bocah perempuan ini diduga jadi korban pemerkosaan, Selasa (31/7/2018).

RN (10) ditemukan seorang diri di dalam kamar kos kawasan Mlatiharjo Semarang pada Rabu (18/7/2018). Kondisinya pun lemah dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.

Warga langsung membawa RN ke puskesmas terdekat.

Hingga kini Tribun Jateng menunggu hasil penyelidikan PPA Polrestabes Semarang, apakah benar diperkosa dan siapa yang tega melakukannya. [] TRIBUNNEWS.COM



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.