TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh ikut memeriahkan Aceh Expo Pekan Kebudayaan Aceh ke 7, Senin (6/8) di Banda Aceh. 


Sumber Foto : Facebook BKSDA Aceh
Kemeriahan yang terpancar sangatlah berbekas dalam rangka memeriahkan Aceh Expo di PKA ke 7, Balai KSDA Aceh berpartisipasi untuk memeriahkan Pawai tersebut dengan menggunakan 4 ekor gajah jinak sebagaimana ditulis dalam akun Facebook Bksda Aceh. 

Dituliskan dalam akun fb Bksda Aceh,  bahwa semua gajah jinak yang dibawa memeriahkan Aceh Expo sudah terjamin keamanannya ataupun sudah terlatih. Adapun gajah tersebut dinaiki diantaranya, gajah yang bernama Aziz dinaiki oleh Plt Gubernur, gajah yang bernama Mega dinaiki oleh Panglima IM dan gajah bernama Melu dinaiki oleh Kapolda Aceh, sedangkan satu ekor gajah jinak yang bernama Rahmat mengikuti pawai budaya dari Kabupaten Aceh Tengah.

Lebih lanjutkan dikatakan,  Gajah yang bernama Rahmat sengaja diputihkah dengan berhias Kerawang Gayo untuk melambangkan kebanggaan Aceh bahwa konon keturunan Raja Linge (Gayo) memberikan gajah putih kepada Sultan Kerajaan Aceh Darussalam. Gajah putih dinilai hewan istimewa. Ia menjadi tunggangan kebanggaan para raja dalam bepergian dan peperangan. 

Oleh karena itu sengaja memakai tepung kanji dan tidak menggunakan cat supaya selain mewarnai juga dapat mendinginkan badannya, serta pori-pori gajah tersebut dapat tertutup dari sinar matahari, tampak sekilas dilihat Rahmat mengeluarkan air mata itu merupakan hal yang normal dan wajar, air matanya terlalu jelas karena terpadu dengan warna kulit yang sudah putih jadinya tampak kontras,  sebut sumber akun tersebut. 

"Kami sangat memperhatikan Kesejahteraan Satwa (Animal Welfare) dalam pelaksanaan PKA Ketujuh ini. Ketersediaan pakan dan minum yang cukup dan waktu pawai yang tidak terlalu siang sehingga gajah tersiksa dalam pawai", tulis akun fb Bksda Aceh. [] TN-W001

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.