TamiangNews.com, LANGSA -- Pengadaan Aplikasi Sistem Informasi pada dua satuan kerja perangkat kota tidak sesuai dengan ketentuan dan belum dapat dioperasikan.

Foto : Ilustrasi
Berdasarkan laporan keuangan Pemko Langsa per 31 Desember 2017 menyajikan saldo aset lainnya (netto) sebesar Rp 72.694.187.637.49. (Unaudited) mengalami kenaikan sebesar 3.67% dari tahun lalu sebesar Rp 70.125.735.681.49 dengan rincian : Tuntutan ganti rugi Rp Rp 38.054.425.018.00, aset tak berwujud (netto) Rp 958.891.745.00.

Kemitraan dengan pihak ketiga Rp 9.233.350.000. Aset lain-lain senilai  Rp 24.447.520.187.874. Total anggaran Rp 72.694.187.637.49. hal itu disampaikan oleh Wirabono Koordinator Tim Investigasi LPAP-RI Senin (06/08).

Lebih lanjut Wira mengungkapkan, "Aset Tak Berwujud (ATB) berdasarkan hasil pengujian atas aplikasi serta revieu dokumen pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu".

Pada RSUD Langsa oleh pihak BPK-RI Perwakilan Aceh sbb:
Berdasarkan SPK atas aplikasi sistem informasi pelayanan perizinan terpadu tidak memadai, pengadaan aplikasi sistem informasi pelayanan perizinan kerja No. 02/SPK/BPMPTSP/2017 tanggal 25 Desember 2017 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 85.000.000 pekerjaan itu telah lunas di bayarkan sesuai SP2D No.44/939/PELTER/2017 tanggal 22 Desember 2017 bahwa :
a. SPK tidak menyebutkan spesifikasi tekhnis hasil pekerjaan.
b. SPK tidak menyebutkan hak dan kewajiban penyedia.
c. Pelaksanaan pekerjaan dikerjakan oleh PNS yang ada di Dinas Kominfo (UF)
d. Hasil pekerjaan tidak dapat dipungsikan.

Beralasan hal itu terjadi karena domain induk telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun telah diperbaiki namun belum juga dapat difungsikan", ungkap Wira. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.