TamiangNews.com, BANGKOK -- Sebanyak 12 pemain sepak bola junior Thailand dan asisten pelatihnya ditemukan selamat di dalam kompleks gua setelah hilang sembilan hari. Mereka hilang sejak 23 Juni 2018.

Foto : Republika.co.id
Dalam video yang direkam oleh regu penyelamat, anak laki-laki itu ditemukan dengan mengenakan celana pendek dan kemeja merah serta biru. Mereka sedang duduk atau berdiri di samping hamparan air di dalam gua. 

"Kamu sudah di sini 10 hari. Kamu sangat kuat," kata salah seorang tim regu penyelamat. 

Anak-anak itu berusia antara 11 dan 16 tahun. Mereka hilang dengan pemain berusia 25 tahun setelah melakukan latihan sepak bola pada 23 Juni. Mereka berangkat untuk menjelajahi kompleks gua Tham Luang di sebuah taman hutan dekat perbatasan dengan Myanmar.

Upaya penyelamatan internasional besar-besaran telah berlangsung sejak itu. Tim penyelamat berjuang melalui lumpur tebal dan air yang tinggi untuk mencapai lokasi korban dalam jaringan gua yang membentang 10 kilometer ke gunung.

"Angkatan Laut Thailand telah menemukan semua korban hilang dengan selamat," kata Gubernur Narongsak Osottanakorn kepada wartawan.

Kerabat dari para korban hilang telah berada di tempat penampungan di dekat gua. Mereka bersorak dan tersenyum mendengar kabar itu. Tim penyelamat berjabat tangan dan memberi selamat kepada keluarga korban.

Saat ini, belum diketahui apakah ada korban yang mengalami luka atau memerlukan perwatan medis lebih lanjut. Namun, semua korban telah memperoleh pertolongan medis segera setelah ditemukan. 

Proses pencarian sempat terhambat oleh hujan lebat. Penyelam dari unit SEAL angkatan laut Thailand  telah memusatkan perhatian pada gundukan tinggi di dalam gua yang dikenal dengan "Pantai Pattaya". Tempat ini bisa menjadi tempat berlindung saat hujan membanjiri gua.

"SEAL melaporkan bahwa mereka mencapai Pantai Pattaya. Jadi mereka pergi sejauh 400 meter di mana kami menemukan 13 orang yang selamat," kata Narongsak.

Tantangan berikutnya adalah mengeluarkan kelompok itu dari gua, yang oleh beberapa orang dijuluki "labirin". Tim penyelamat menunggu sampai air surut untuk mengeluarkan anak-anak. Pilihan lain termasuk mengajarkan korban  menggunakan peralatan selam untuk menavigasi gua yang banjir.

Narongsak mengatakan tim medis telah dikirim ke dalam gua. Mereka memiliki waktu sekitar empat jam untuk menilai kesehatan korban dan strategi dalam mengeluarkan korban dari gua.

Unit SEAL Angkatan Laut Thailand mengatakan di halaman Facebook resminya anak-anak itu telah diberi gel energi untuk dimakan. "Gel tenaga dan peralatan pendukung telah dibawa dan kami telah mengirim orang-orang untuk menemaninya sampai rencana transportasi dapat dimulai," katanya. [] REPUBLIKA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.