TamiangNews.com, JAKARTA -- Kemenangan kolom kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar pada 27 Juni lalu menjadi kegagalan partai politik mendegarkan keinginan masyarakat. Rakyat dipaksa memilih calon yang dianggap sempurna oleh parpol, padahal tidak sempurna di mata masyarakat.

Foto : Ilustrasi
“Akibatnya suara rakyat terlihat dengan kemenangan kotak kosong," kata Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor kepada wartawan, Ahad (1/7).

Menurut dia, titik kegagalan atas kemenangan kotak kosong ini adalah partai politik. Pertama, jelas Firman, parpol tidak bisa mencetak kader dan menghadirkan tokoh terbaiknya untuk disodorkan serta dipercaya masyarakat.

Padahal, tugas parpol adalah melakukan pengkaderan dan serta menghadirkan calon pemimpin berkualitas.

Selanjutnya, calon tersebut dipercaya sera layak memimpin suatu daerah. "Di kasus pilwako Makassar terlihat betapa jebloknya kredibilitas parpol di situ," ujarnya.

Akibatnya, masyarakat tidak ada yang percaya kepada calon tunggal yang disodorkan partai partai politik di sana. Kedua, lanjut dia, kemenangan kolom kosong ini juga disebabkan parpol tidak pernah mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Ada gap aspirasi elit partai dengan aspirasi masyarakat banyak di akar rumput,” kata dia. 

Kedua, hal ini kemudian berakumulasi dengan oligarki dan oligakartel politik demi mengejar kemenangan tanpa melihat aspirasi rakyat.

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai kemenangan kolom kosong merupakan pertanda baik. Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak terpengaruh dengan partai politik.

"Pada tingkat tertentu masyarakat kita punya resistensi yang cukup terhadap apa yang kita sebut sebagai dominasi partai politik," kata Ray.

Kemenangan kotak kosong ini, Ray mengatakan, adalah sebuah sinyal positif dalam politik di Indonesia. Kejadian ini semestinya dapat dijadikan bahan evaluasi bagi partai-partai politik dan dicari permasalahan apa yang sebenarnya terjadi.

Di Makassar, kotak kosong berhasil memenangkan Pilkada. Selama ini, kejadian semacam itu tidak pernah terjadi sehingga menjadikan kemenangan kolom kosong ini sebagai yang pertama dalam sejarah Pilkada Makassar. [] REPUBLIKA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.