TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Saat inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dinas pada hari pertama masuk kerja pascalibur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Kamis kemarin, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Nova Iriansyah MT tampak kecewa dan kesal terhadap pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai kontrak yang sudah diberikan libur Lebaran lebih dari 12 hari, tapi masih banyak yang tak disiplin. Mereka tak hadir pada hari pertama masuk kerja.


Foto : Serambi
“Saya minta daftar absen PNS dan pegawai kontrak diserahkan paling lambat pukul, 11.00 WIB kepada kami”, kata Wagub Nova Iriansyah kepada para kepala dinas yang disidaknya, Kamis (21/6) pagi.

Nova mengatakan, Lebaran tahun lalu liburnya pendek, hanya enam hari (tiga hari sebelum Lebaran, tiga setelah Lebaran). Saat itu banyak PNS dan pegawai kontrak yang tidak masuk pada hari pertama kerja pascalibur Lebaran. Tahun ini diberi libur sampai sepuluh hari lebih, yaitu lima hari sebelum Lebaran dan lima hari setelah Lebaran, tapi ternyata masih banyak juga PNS dan pegawai kontrak yang tak masuk kantor pada hari pertama.

“Kalau sakit, bisa kita pahami dan ada surat keterangan dokter. Tapi ini ada pegawai dan kontrak yang tidak ada kabarnya. Kepada yang tidak hadir, kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku”, imbuh Nova.

Menurutnya, untuk melakukan sidak serentak terhadap 45 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) pascalibur Hari Raya Idul Fitri, ia yang ditugaskan Gubernur Irwandi Yusuf untuk melakukan sidak serentak, membentuk sembilan tim sidak. Tiap tim mengunjungi lima SKPA.

Tim sidak I langsung dipimpin Wagub Nova Iriansyah, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad, dan staf. Tim II dipimpin Sekda Aceh, Dermawan MM, didampingi Kepala Biro Umum, Akmil Husin dan staf, serta tim lainnya dipimpin para asisten, staf ahli gubernur, dan Inspektur Aceh.

Sebelum sidak, Wagub Nova lebih dahulu melakukan apel pagi di Kantor Gubernur. Dalam pidato pengarahannya, Nova mengatakan, selesai apel, halalbihalal Lebaran Idul Fitri 1439 Hijjiah yang akan dilanjutkan dengan makan bersama, pihkanya akan melakukan sidak ke 45 SKPA secara serentak dengan sembilan tim yang telah dibentuk.

Dalam sidak itu, kata Nova, semua kepala dinas harus secepatnya melaporkan jumlah PNS yang hadir maupun yang tidak kepadanya paling lambat pukul 11.00 WIB. Kepala Badan Kepegawaian Aceh bersana Biro Organisasi Setda Aceh, diminta Wagub merekap dan melaporkan kepadanya tingkat kehadiran PNS dan tenaga kontrak pada hari pertama pascaliburan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Ada lima SKPA yang dikunjungi Wagub bersama Kepala Biro Humas dan Protokol dalam sidaknya kemarin, yaitu Dinas Pengairan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh dan Dinas Tenaga Kerja, dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Sementara itu, Sekda Aceh, Dermawan bersama Biro Organisasi juga meninjau lima SKPA, yaitu Dinas Syariat Islam, Dinas Pangan Aceh, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Sedangkan tujuh tim lagi dipimpin para asisten, staf ahli gubernur dan inspektur.

Sementara itu,Tim IV yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes yang didampingi Kepala Biro Prekonomian, Amirullah SE, MSi, Ak, dalam melaksanakan sidaknya ke lima SKPA, yaitu Dinas Peternakan, Dinas Registrasi Kependudukan, Dinas Infokom, Dinas Penanaman Modal, dan Dinas Perindag menatakan bahwa yang dilihat tidak hanya jumlah kehadiran PNS dalam ruang kerja, tapi juga suasana ruang kerja PNS.

Taqwallah menyatakan, lima dinas yang kami kunjungan, jumlah pegawai yang hadir rata-rata mencapai antara 95 - 97 persen. Tapi yang kurang memuaskan kami, adalah suasana penataan ruang kerja PNS masih terkesan semrawut. Meja, kursi, rak atau lemari tempat penyimpanan dokumen dan penempatan peralatan kerja, tidak disusun rapi dan teratur.

Banyak lemari yang sudah dibeli, tidak dimanfaatkan untuk menyimpan dokumen kantor. Dokumen kantor diletakkan di sembarangan tempat, padahal lemari tempat penyimpan dokumen masih kosong. Berikutnya, kebiasaan buruk pegawai, menumpuk kertas kerja di atas meja dalam jumlah yang banyak.

Dari lima unit ruang kerja yang kami kunjungi setiap dinas, ungkap Taqwallah, hanya satu ruang kerja yang bagus dan rapi susunan meja, kursi dan tempat penyimpanan dokumennya. “ Yang lainnya seperti ruangan kakek - kakek dan nenek -nenek tua yang suka simpan barang bekas, disembarangan tempat”,ujarnya.

Kewibawaan ruang kerja PNS di lima SKPA itu, kata Taqwallah, sangat rendah, karena penataan ruangannya belum baik dan masih semrawut. Ada dinas yang pegawainya sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, tapi suasana ruang kerjanya tetap semrawut. Harusnya, penataan ruang kerjanya bisa lebih baik lagi dari ruangan kerja yang lain. Ada dinas ruang kerjanya baru, tapi pegawainya tak bisa menata ruang kerja menjadi lebih apik.

Kepada dinas yang ruang kerjanya masih semrawut itu, misalnya, di atas lemari masih ditempatkan banyak kardus, tempat simpan dokumen kantor dan lainnya. Taqwallah berharap, bagian atas lemari-lemari kantor itu mulai bulan depan harus sudah dibersihkan dari tumpukan dokumen. [] SERAMBI



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.