TamiangNews.com, INDRA MAKMUR -- Perseteruan PT. Rakan Sejahtera Utama dengan PT. Barata Indonesia hingga kini belum terselesaikan, bahkan akibat dari permasalahan tersebut sudah memicu potensi konflik dengan perkerja yang dominannya adalah para perkerja lokal.


Hal itu disampaikan oleh pimpinan PT. Rakan Sejahtera Utama Efendi Sulaiman di Aula Wira Satya Polres Aceh Timur pada. Selasa, (05/06) sekira pukul 10:00 WIB dalam proses Mediasi dengan PT. JGC Indonesia sebagai Mitra dari PT. Barata Indonesia yang beroperasi di Aceh Timur, guna untuk mencara titik temu terkait permasalahan kedua Perusahaan tersebut.

Dalam kesempatan itu. Pihak PT. Rakan Sejahtera Utama menyampaikan uneg-unegnya kepada pihak PT. JGC yang diwakili oleh Rahmad sebagai Lilit Humas PT. JGC dan di saksikan oleh Waka Polres Aceh Timur Kompol Apriadi, S.Sos.MM, menurut Efendi Sulaiman selama ini pihak PT. Barata terkesan menghardik Rekanannya sendiri.

"Saya sebagai pimpinan PT. Rakan Sejahtera Utama sangat kecewa terhadap pihak Barata, selama ini sisa anggaran kontrak kaMM  seperti dipermainkan bahkan tidak ada i'tikad baik untuk menyelesaikan", ungkap Efendi di ruangan Wira Satya Polres Aceh Timur

"Hal ini bisa menimbulkan konflik baru dengan perkerja yang honornya macet akibat permasalahan ini, apalagi ini momen Ramadhan dan akan datang Hari Raya Idul Fitri beberapa hari lagi," tambahnya

Kami sangat mengaharapkan dengan adanya PT. JGC Indonesia dan Polres Aceh Timur yang menengahi permasalahan ini, Pihak PT. Barata dapat melunasi sisa kontraknya sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tandas Efendi Sulaiman

Selain itu, Pihak PT. JGC Indonesia melalui Lilit Humas Rahmad mengatakan, Pihaknya akan berusaha untuk memediasi langsung PT. Rakan Sejahtera Utama dengan PT. Barata Indonesia dan mencari solusi untuk permasalahan ini.

"Kami akan berusaha dalam waktu dekat untuk mencari titik temu terkait permasalahan ini", ungkap Rahmad

Informasi sebelumnya, massa yang tercatat sebagai perkerja PT. Rakan Sejahtera Utama hendak melakukan Unjuk Rasa langsung di Proyek Block- A PT. Medco E&P Malaka Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur, guna untuk mencari tahu dimana tersendak anggaran, sehingga Honor mareka di PT. Rakan Sejahtera Utama belum di bayar, namun hal itu ditunda karena Polres Aceh Timur mencoba untuk mediasi terlebih dahalu.

Kapolres Aceh Timur Wahyu Kucoro, S.I.K, M.Hum melalui Waka Polres Aceh Timur Kompol Apriadi, S.Sos.MM mengatakan, pertemuan ini hanya kita menyampaikan tampak saja mediasi, karna kenapa kita mau turun karna ini sudah isu-isu dilapangan ini sudah mulai muncul, kita kawatir ini jadi suatu masalah apa lagi PT. Medco Malaka E&P ini adalah perusahaan negara/milik negara jangan sampai nanti masyarakat melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.

"Maka karna oleh itu, kami arahkan punya permasalahan dengan Barata maka kita panggil, walaupun pihak Rakan sudah membuat pengaduan tertulis di Polda penganannya di Polda, namun kita pihak dari Polres karna kita punya wilayah kita mediasi dulu mudah-mudahan dengan pertemuan ini bisa terjadi suatu mediasi," ujar Waka Polres

"Selama ini hanya kita mendengar bahwa PT.  Rakan Sejahtera Utama lah yang salah terkadang PT. Barata Indonesia lah yang salah, mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita mengundang dari pihak Barata bisa duduk bersama kemudian disaksikan oleh PT. JGC kita Klop selesaikan suatu masalah", tutup Waka Polres Aceh Timur Kompol Ariadi, S.Sos. MM. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.