TamiangNews.com, SIGLI -- Puluhan rumah dan kios dalam Kompleks Pasar Kota Sigli atau persisnya di Gampong Keuramat Dalam, Kota Sigli, Pidie terbakar akibat ledakan mercon dan tabung gas.

foto : Serambi
Dalam insiden kebakaran itu Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik yang berada di lokasi kejadia langsung beraksi dan meinta keuchik dan camat untuk segera melakukan pendataan akurat.

Insiden kembakaran tersebut terjadi sekira pukul 21.00 WIB saat warga Kota Sigli sedang larut dalam pelaksanaan ibadah salat insya, taraweh serta peringatan malam Nuzulul Quran.

Dari berbagai sumber Serambi di lokasi kejadian, insiden yang diperkirakan menghanguskan 13 kios dan 16 rumah warga Keuramat dalam Kota Sigli itu dipicu oleh beberapa anak-anak yang melakukan permainan mercon yang mengenai tabung gas di salah satu kios.

"Dari beberapa keterangan penyebab kebakaran ini disebabkan oleh permainan mercon yang mengenai beberapa tabung gas pada salah satu kios milik warga setempat sehingga ledakan tabung gas itu membakar 13 kios dan 16 rumah warga yang berkontruksi kayu secara keseluruhan," sebut beberapa warga kepada Serambinews.com, Jumat (1/6/2018) malam.

Dampak dari kebakaran tersebut menyebabkan ribuan warga dari pusat Kota Sigli menjadi panik.

Informasi insiden tersebut langsung merebak keberbagai warga luar Kota Sigli sehingga berhamburan ke lokasi kejadian.

Eksesnya, armada pemadam kebakaran serta aparat Polisi menjadi kebih repot dalam mengatur lalulang warga beraama kendaraan yang digunakan masyarakat.

Hingga pukul 23.30 WIB api masih membumbung tinggi 'Memangsa' pemukiman padat penduduk warga Kota Sigli tersebut.

Sementara itu, Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik yang berada dilokasi kejadian kepada Serambinews.com, Jumat (1/6/2018) mengatakan, pihaknya meminta keuchik dan camat untuk segera mendata jumlah korban baik para pedagang maupun masyarakat yang bermukim dalam Gampong Keuramat Dalam, Kota Sigli.

"Saya harap keuchik dan camat dapat segera mendata secara ril agar kepada korban dapat diberikan bantuan masa panik dengan tepat sasaran," katanya. [] SERAMBI

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.