TamiangNews.com, MEDAN -- Sebanyak 73.012 siswa di Aceh dinyatakan lulus Ujian Nasional tahun 2018, sedangkan sebanyak 1.121 orang dinyatakan tidak lulus. Selepas mereka melihat papan pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing, terlihat banyak siswa yang merasa senang dengan hasil yang didapat, dan aksi siswa yang berkonvoi dengan sepeda motor dan menggunakan seragam sekolah yang sebagian sudah dicat, rambut sebagian siswa juga dicat warna-warni menggunakan cat pilox ini seakan-akan sudah menjadi budaya turun temurun dari generasi sebelumnya, Jumat (4/5/2018).



Tokoh muda Aceh di Medan, Rahmat Asri Sufa angkat bicara terkait pasca kelulusan UN 2018 di Aceh, "euforia merayakan kelulusan boleh-boleh saja, tapi ada kaidah-kaidah syariat Islam yang harus di patuhi di negeri Serambi Mekkah ini. Cat pakaian, rambut bahkan jilbab bagi siswa seakan-akan sudah menjadi budaya yang harus dilakukan, masih banyak program bahkan cara-cara yang baik dengan mengucap rasa syukur atas kelulusan UN di tahun 2018 ini", tegas Rahmat kepada TamiangNews.com, Jumat (04/05).

Lanjutnya, "Lulus UN dan menyelesaikan program wajib belajar 12 tahun bukanlah akhir dari segalanya, awali dengan hal-hal yang baik dalam mengucap syukur seperti menyumbangkan seragam yang tak dipakai lagi, bersedekah, menyantuni anak yatim atau membeli nasi kotak dan dibagikan ke fakir miskin", ujar Mahasiswa Pascasarjana UIN Sumut ini

Rahmat juga menambahkan, "melihat kejadian ini yang tersebar melalui video-video di medsos ya cukup miris, mereka belum tahu sakitnya ketika skripsi dicoret, dan saya ucapkan kepada yang lulus, Selamat datang di dunia nyata", ungkap Rahmat yang juga Sekbid Litbang DPP IPTR Sumut.

Seperti diketahui, jumlah peserta UNBK/UNKP tahun 2018 di Aceh mencapai 74.133 siswa. Namun, yang lulus jumlahnya hanya 73.012 orang. [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.