TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dengan Tema "Peran DPRK Aceh Tamiang Dalam Penguatan dan Percepatan Ekonomi Kerakyatan Menuju Masyarakat Aceh Tamiang Sejahtera" Hari ini DPRK Aceh Tamiang membuka Dialog/ Hearing Publik bersama masyarakat dipelataran parkir gedung DPRK Kabupaten Aceh Tamiang Kamis (3/5).



Dengan dihadiri Dr. Drs.Muzakkir Samidan Prang, SH, MH, M.Pd Selaku Narasumber ditemani Kadis Diskoperindag Drs. Zagusli beserta Ketua DPRK Fadlon, SH, anggota DPRK, Forkompimda dan ratusan masyarakat dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya berlangsung dengan hikmat.

Dalam pembukaannya Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH sempat membicarakan masalah Pidato Presiden jokowi baru-baru ini tentang Racun Kala jengking yang harganya melesjit tinggi yang sedang Viral di dunia Maya Sehingga membuat serontak para undangan dan peserta tertawa.

Selain itu Dr. Drs.Muzakkir Samidan Prang, SH, MH, M.Pd mengatakan untuk menumbuhkan perekonomian di Aceh Tamiang diharapkan para ekscutif dan legeslatif terlibat untuk bisa menjadikan masyarakat sebagai pelaku ekonomi atau pondasi dalam membangun perekonomian di daerah dengan membuka akses-akses jalur perdagangan, jalur destinasi wisata, agar dapat mempermudah masyarakat untuk menjadi konsumen atau produsen dalam perekonomian serta mempermudah wisatawan dan investor asing mengunjungi destinasi wisata alam di daerah ini.



"ya kita berharap eksekutif dan legeslatif memanfaatkan destinasi wisata yang ada di Aceh Tamiang ini dengan membangun sarana dan akses jalan yang memudahkan para wisatawan dan investor masuk, jadi dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, jangan karena lagi "Pileg" sengaja masyarakat dibiarkan miskin agar dapat dibantu lalu minta imbalan coblos", katanya sambil tertawa.

Adapun kepala dinas Koperindag UKM Drs. Zagusli juga membenarkan apa yang sempat dikatakan oleh Dr.Drs. Muzakkir Samidan Prang, SH, MH, M.Pd akan tetapi ada 3 categori kenapa UKM di masyarakat kurang berjalan yaitu terkendala dengan modal, pemasaran dan skill.

 "Ada 20 UKM yang sudah kita lakukan Sosialisasi masalah managemennya, salah satu contoh yaitu pembuatan Tas yang terbuat dari Enceng Gondok, setelah kami pelajari ternyata masalah design, kalau masalah bahan, ok, masalah pemasaran, juga ok, tetapi masalah Disegn, tahun 2017 kita telah membuat tas sebanyak 100 buah setelah itu para pendesign yang kita bina beralasan bahwa mereka tidak dapat membuat Tas lagi karena harus turun kesawah sehingga terkendala dalam binaan".

Selain Dialog, dalam kegiatan ini para narasumber dan DPRK juga mempersilahkan masyarakat beserta insan Pers untuk bertanya jawab hingga sampai jam makan siang berlangsung. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.