TamiangNews.com, JAKARTA -- Satelit Tiangong-1 milik China yang telah lepas kendali dari Stasiun Luar Angkasa diprediksi menghantam atmosfer Bumi hari Minggu (1/4/2018) malam. Namun, belum diketahui apakah serpihan satelit itu akan jatuh di wilayah Indonesia atau tidak.

Foto : Sindonews.com
Prediksi jatuhnya satelit itu disampaikan Space Debris Office dari European Space Agency’s (ESA) dan Aerospace Corp yang berbasis di Amerika Serikat (AS). 

"Tim puing-puing ruang angkasa di ESA telah menyesuaikan ramalan masuk kembali mereka (satelit Tiangong-1) selama 24 jam terakhir untuk mempertimbangkan kondisi aktivitas matahari yang rendah. Data baru yang diterima semalam memberi konfirmasi lebih lanjut bahwa jendela perkiraan bergerak ke depan pada 1 April," bunyi pernyataan ESA dalam blog-nya.

"Tim sekarang sedang memperkirakan sebuah jendela yang berpusat di sekitar pukul 23.25 UTC pada 1 April (01.25 CEST 2 April), dan berjalan dari 1 April sore hingga pagi hari tanggal 2 April. Ini tetap sangat bervariasi," lanjut ESA.

Awalnya, satelit China itu diprediksi mencapai atmosfer Bumi pada hari Sabtu. Namun, prediksi telah diubah seiring dengan pengamatan laju jatuhnya objek luar angkasa tersebut.

"Aliran partikel berkecepatan tinggi dari Matahari, yang diperkirakan akan mencapai Bumi dan mempengaruhi medan geomagnetik planet kita, memang, pada kenyataannya, tidak memiliki efek apa pun, dan cuaca ruang (angkasa) yang lebih tenang di sekitar Bumi dan atmosfernya sekarang diharapkan (satelit jatuh) dalam beberapa hari mendatang," kata ESA dalam prediksinya 26 Maret 2018 lalu.

"Ini berarti bahwa kepadatan atmosfer atas, di mana Tiangong-1 lewat dan bergerak, tidak meningkat seperti yang diperkirakan (yang akan menyeret pesawat ruang angkasa jatuh lebih cepat) dan karenanya Space Debris Office ESA telah menyesuaikan tingkat peluruhan yang diprediksi," lanjut laporan ESA.

Sementara itu, China’s Manned Space Agency, badan antariksa Beijng, memprediksi satelitnya akan jatuh dan memasuki atmosfer Bumi pada hari Senin.

Badan itu mengumumkan prediksinya pada hari Minggu (1/4/2018), seperti dikutip Reuters. Tidak ada yang tahu pasti di wilayah mana puing-puing dari satelit itu akan mendarat di Bumi.

Pihak Beijing sebelumnya mengatakan bahwa tidak mungkin bagi sebagian besar satelit itu akan mencapai tanah karena kemungkinan akan terbakar lapisan atmosfer.

Satelit Tiangong-1 yang berukuran panjang 10,4 meter diluncurkan pada tahun 2011 untuk melakukan percobaan docking dan orbit sebagai bagian dari program ruang angkasa China. Tujuan pelunucuranya adalah untuk menempatkan stasiun permanen di orbit pada 2023.

Pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah meminta masyarakat Indonesia tak khawatir, karena puing satelit itu diyakini tak akan jatuh ke wilayah Indonesia. Menurut LAPAN, material satelit Tiangong-1 China kemungkinan akan habis terbakar di atmosfer Bumi dan kalau pun masih tersisa, puingnya tak akan jatuh ke wilayah Indonesia. [] SINDONEWS.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.