"Butuh Dukungan Semua Elemen"

TamiangNews.com, LANGSA -- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PEKOLA Kota Langsa yang mempunyai kewajiban memiliki 5 (lima) sub bidang antara lain Perdagangan, EO, Konstruksi, Pengelolaan Lingkungan, dan Jasa Pelabuhan, sementara pihak  pengelola lebih berkonsentrasi pada kegiatan yang  menguntungkan pihak maupun kelompoknya daripada kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat Kota Langsa, sehingga  PT Pekola menjadi perhatian miring banyak pihak di Kota Jasa ini.



Hal itu dikatakan Irwansyah Putra yang akrab disapa Wan Sarno, menurut dia BUMD tersebut telah mengabaikan tugas utamanya untuk mengembangkan sektor Pelabuhan mereka lebih memfokuskan diri pada pengelolaan hutan wisata kota yang notabene lebih menjanjikan sebagai sumber provit mereka.

Janji awal BUMD berplat merah itu sangat awalnya akan membangun Sarana dan Prasarana Pelabuhan, hal itu sangat menggairahkan para pengusaha lokal agar menjadikan pelabuhan sebagai sarana transaksi bisnis dengan kegiatan eksport-import ternyata hanya isapan jempol belaka.


Direksi juga dianggap telah merugikan keuangan daerah yang digelontorkan sebagai "vitamin" bagi para partikulir itu merupakan terobosan yang sia-sia, tuding Wan Sarno.

Hal yang sama juga dikatakan Zulfadli Ketua LSM Perintis Kota Langsa, Kegagalan pengelolaan Pelabuhan juga diduga karena banyaknya jabatan yang dirangkap Direktur PT Pekola, pada beberapa jabatan empuk lainnya yang ber- "Plat Merah" di Pemko Langsa.

Selain jabatan Ketua KONI dia juga Direktur PDAM, Direktur Pekola, plus Dosen di Fakultas Teknik UNSAM. Belum lagi hampir semua papan reklame dan Billboard juga dikuasainya di Langsa. Bagaimana dia bisa fokus membangun sumber utama pendapatan Kota Langsa yaitu Pelabuhan", gerutunya.

Menurut Zulfadli, Pelabuhan Kuala Langsa sejak dahulu adalah yang paling bisa diandalkan guna menghidupkan perekonomian rakyat. 

"Dengan hidupnya Pelabuhan lah maka bisa mendongkrak pariwisata langsa" tutupnya. 

Kekecewaan banyak kalangan itu, disikapi ringan oleh salah satu direksi PT. PEKOLA Iswantoro kepada awak media menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memenuhi harapan Masyarakat terkait Pelabuhan Kuala Langsa. 

"Direksi PT PEKOLA mohon maaf jika belum bisa memenuhi ekspektasi publik terkait bisnis kepelabuhan", tuturnya.



Dijelaskan Iswantoro terkait pihaknya lebih fokus pada pembangunan Ruang Terbuka Hijau Hutan Kota Langsa adalah karena PT PEKOLA tersebut hanyalah sebuah nama yang memiliki 5 (lima) sub bidang yaitu Perdagangan, EO, Konstruksi, Pengelolaan Lingkungan, dan Jasa ke Pelabuhan. 

"Manajemen PT PEKOLA dikelola secara profesional dan menerapkan prinsip transparan dan akuntabel", akunya. 

Mengenai kendala yang dihadapi pihaknya, Iswantoro menjelaskan bahwa Bisnis Pelabuhan sangat tergantung kebijakan Politik Nasional.

"Sebenarnya Pemko Langsa sudah melakukan Advokasi tetapi belum berhasil", jelasnya.


Terakhir, Direktur bidang Kebijakan PT PEKOLA ini meminta dukungan teman-teman Pers, LSM, Pelaku Bisnis, Pemerintah dan Masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan Pelabuhan Kuala Langsa. [] TN-RB.007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.