TamiangNews.com, Langsa -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh diminta untuk memberikan perhatian khusus terhadap berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Kota Langsa. Permintaan ini disampaikan oleh Aktivis Perempuan Kota Langsa Oktarina, Selasa (24/4), mengingat banyak kasus-kasus terdahulu di Pemko Langsa masih mengendap di tingkat Kejaksaan Negeri.  

Foto : Oktarina ( Facebook)
Menurut dia, "Dugaan Mark Up hampir semua pekerjaan pembangunan Taman di Kota Langsa yang menelan biaya puluhan Milyar, termasuk dugaan jual beli proyek, adalah kasus penting yang merugikan uang rakyat. Dan kami harap Kejati Aceh bisa turun tangan untuk mengusut nya secara tuntas. Karena kami percaya Kejati Aceh masih mampu menegakkan hukum", kata Oktarina.

Dikatakan Oktarina, selama ini elemen masyarakat begitu intens melakukan kritikan dan pengawasan atas seluruh program kerja Pemko Langsa. Ini demi menyeimbangkan kontrol pengelolaan dan penggunaan Keuangan Daerah agar lebih tepat  sasaran dan memberi manfaat yang signifikan  terhadap rakyat. Namun pada bagian  tertentu, juga dibutuhkan langkah kongkrit aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas dugaan penyimpangan keuangan dan pembangunan  di Kota Langsa.


"Intinya, bergeraklah aparat Penegak Hukum untuk melakukan investigasi dugaan Mark Up pembangunan Taman di Pemko Langsa. Karena selama ini Pemko Langsa kerjanya hanya buat taman saja. Apa karena modal nya kecil tapi untungnya besar dan bisa di Mark Up, makanya Pemko Langsa doyan taman," ujar Oktarina penuh tanda tanya seraya bercanda "Pemko Langsa jangan seperti Kanjeng Dimas Taat Pribadi Menggandakan Uang".

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah taman yang di bangun oleh Pemko Langsa dipinggir Jalan Nasional kawasan Kecamatan Langsa Timur tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkoba Langsa, dikabarkan masuk sebagai nominasi taman termahal.  Taman yang terletak diatas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu, telah menelan biaya sekitar Rp 740 juta lebih.

Namun, Rekanan Pelaksana Pembangunan Taman di depan LP Narkoba Langsa, Mafrizal, membantah jika taman yang dibangun nya itu masuk sebagai nominasi taman "Termahal".
Kepada awak media menjelaskan dirinya membeli paket pekerjaan tersebut  melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan. "Jadi, tidak ada yang gratis untuk mendapatkan pekerjaan di Pemko Langsa". Kata Mafrizal .

Dalam hal pekerjaan, Mafrizal mengaku pekerjaan taman yang dibangun nya itu tidak masuk dalam kategori taman termahal, karena masih dalam standart harga yang normal. "Kalau pekerjaan taman di depan LP n@rkoba ini memang standar dan malah harganya lebih murah. Dalam 1 (satu) meter pekerjaan paling menghabiskan biaya sebesar Rp 1 juta," ujarnya.

Menurut Mafrizal, dari seluruh taman yang ada di Kota Langsa, bukan taman di depan LP Narkoba yang mahal. Tapi ada taman lain yang harganya sangat fantastif.

Terkait hal itu, TN, mendapat informasi bahwa pembangunan taman dibekas Stasiun Kereta Api tergolong fantastis karena menelan biaya sudah hampir Rp 4 Milyar. Alokasi dananya sudah dua tahap yaitu anggaran tahun 2016 sebesar RP 2 milyar dan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 1,9 Milyar lebih. Tapi pembangunan taman di bekas stasiun Kereta Api itu diperkirakan belum juga selesai.

Selain itu, yang diduga lebih fantastis lagi adalah pembangunan median jalan trotoar di sepanjang Jl A Yani Langsa, tepatnya dari Depan Kantor Kodim hingga ke Simpang Tugu. "Pembuatan taman dan trotoar ini angka nya sangat bengkak. Bayangkan, dalam 1 (satu) meter pekerjaan, diperkirakan bisa menelan biaya sekitar Rp 8 juta. Padahal kalau kita lihat pekerjaan seperti itu, dengan biaya 1 (satu) juta per meter sudah sangat bagus hasil nya," demikian ujar sumber. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.