TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh (PA), Abdullah Saleh SH resmi melaporkan akun Facebook (Fb) Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Polda Aceh lantaran dianggap telah mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga. Abdullah Saleh mengadukan akun orang nomor satu di Aceh itu ke Polda Aceh, Jumat (20/4) lalu dengan nomor laporan LI/28/IV/RES 2.5/2018/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus.

Foto : Serambi
Hal itu disampaikan Abdullah Saleh dalam konferensi pers di depan awak media di Media Center DPRA, Selasa (24/4). Dalam keterangannya, Abdullah Saleh mengatakan, ia menempuh jalur hukum karena salah satu postingan di akun Fb Irwandi Yusuf dianggap telah menghina dan mencemarkan nama baik dirinya dan menjadi konsumsi publik.

“Sebenarnya ini sudah kita rencanakan dengan berbagai pertimbangan dan ini sudah dipertimbangkan secara saksama dan menunggu waktu yang tepat. Tentu ini jadi pelajaran yang tidak baik di level elite Aceh. Irwandi sebagai gubernur, saya juga orang yang dituakan di lembaga ini (DPRA) dan dalam perpolitikan di Aceh,” kata Abdullah Saleh.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini menjelaskan, dasar laporan kepada polisi tersebut adalah status Fb Irwandi Yusuf yang diterbitkan pada 11 April 2018 sekira pukul 08.56 WIB. Didalam status itu, Irwandi menuliskan sejumlah kalimat tentang apresiasinya kepada Abdullah Saleh yang sangat vokal menyuarakan persoalan prostitusi online yang belum lama ini diungkap oleh polisi, terkait dugaan polisi yang melepas PSK, namun tetap memproses hukum germonya.

Dalam status itu kemudian, Irwandi menuliskan, ia juga berharap adanya proses hukum terhadap kasus yang lain. “Misalnya, seorang mahasiswa asal Aceh anak anggota DPRA yang kuliah di Universtias Al-Azhar Mesir yang menghamili seorang TKW, lalu kemudian dinikahkan dan diusir dari Mesir. Kasus ini cukup barang buktinya, yaitu seorang anak, tapi pelaku zina tersebut tidak dihukum juga. Barangkali alasannya karena tempat kejadian perkara atau locus delictie-nya di luar Aceh, ya?” tulis Irwandi dalam statusnya itu.

Kalimat terakhir itulah yang dianggap telah mencemarkan nama baik Abdullah Saleh dan menjadi pegangan Abdullah Saleh melaporkan Irwandi Yusuf ke polisi. “Postingan yang sempat viral dan dibanjiri komentar di dinding Fb Irwandi tersebut diketahui Abdullah Saleh sehari setelahnya. “Saya terkejut dengan postingan Irwandi itu dengan komentar yang beragam, karena sempat menjadi viral dan ada beberapa media yang memberitakan,” kata Abdullah Saleh.

Dalam konferensi pers kemarin, Serambi menanyakan kepada Abdullah Saleh mengapa ia melaporkan akun Irwandi Yusuf, padahal jelas-jelas dalam postingan itu Irwandi Yusuf sama sekali tidak menyebutkan bahwa yang menghamili TKW itu adalah anaknya Abdullah Saleh. Namun, menurut Abdullah Saleh, ada dua sebab yang menurut pertimbangannya status itu memang dialamatkan kepada dirinya oleh akun Irwandi Yusuf.

Pertama, cuitan akun Irwandi Yusuf tentang anak anggota DPRA yang kuliah di Mesir dan menghamili TKW. Abdullah Saleh mengaku bahwa anak sulungnya sempat menimba ilmu di Al-Azhar, Kairo, Mesir, sekitar lima atau enam tahun lalu. Kedua, dalam postingan itu, Irwandi menandai nama Abdullah Saleh, dia awalnya bercerita tentang Abdullah Saleh dan mengapresiasinya karena terlalu menggubris persoalan prostitusi online yang dibongkar polisi.

“Kan awal cerita ke saya, cerita ke saya dia apresiasi tentang kepedulian saya dalam penegakan syariat Islam di Aceh, baru yang belakangan menohok terhadap anggota DPRA, soal anak anggota DPRA di Mesir yang hamili TKW. Kalau dia berkilah bukan anak saya, tapi dia menyebutkan anak anggota DPRA, kenapa saya bereaksi? Karena postingan itu atas nama saya dan di-tag ke saya,” kata Abdullah Saleh yang juga Ketua Banleg DPRA.

Melalui akun Fb pribadinya, Abdullah Saleh juga langsung mengkonfrontir isu yang ditulis oleh akun Irwandi Yusuf tersebut. Bahkan, katanya, Irwandi juga sempat memberi komentar bahwa dirinya tidak menuduh anak Abdulah Saleh yang menghamili TKW sebagaimana ditulis Irwandi Yusuf tersebut. “Saya ingin sampaikan dalam hal penghinaan, pencemaran nama baik. Soal benar atau tidak apa yang dituduhkan itu tidak jadi soal, pencemaran nama baik ini karena sudah menyerang kehormatan seseorang. Itu sudah masuk ke pencemaran ke delik penghinaan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Abdullah Saleh, dirinya akan tetap menempuh jalur hukum sebagaimana telah dia laporkan itu. Meski memang akun Irwandi Yusuf tidak menyebutkan bahwa itu adalah anak Abdullah Saleh, namun postingan Irwandi Yusuf tersebut sudah mencoreng nama baiknya dan sudah membentuk opini publik kepada dirinya dan keluarga.

“Yang si Irwandi tuduhkan itu dia yang membuktikan nanti, dia yang menuduh dia yang membuktikan. Saya siap hadapi apa pun risikonya, jadi kalau pun dia punya bodyguard-bodyguard, punya tekanan-tekanan secara fisik, saya siap hadapi, tidak ada keraguan sedikit pun,” pungkas Abdullah Saleh.

Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, dirinya belum bisa menanggapi terkait pelaporan akun Fb Irwandi Yusuf oleh Abdullah Saleh karena dinilai telah mencemarkan nama baik dan keluarganya.

“Informasi tersebut baru kami baca di sejumlah media online, kami belum tahu persis materi pelaporan dan akun yang dilaporkan. Apakah akun tersebut benar milik Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Kami menunggu pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian. Sejauh ini belum ada informasi resmi apa pun kami terima, dan karena itu belum bisa menyikapi terlalu jauh,” tegas SAG.

Sedangkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf kemarin sedang berada di Jakarta, baru kembali dari perjalanan dinas ke Amerika Serikat. Di Jakarta kemarin, Irwandi langsung mengikuti acara biding Pekan Olah Raga Nasional (PON), agar Aceh bersama Sumatera Utara (Sumut) menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024 mendatang. Dan hasil akhirnya, sesuai dengan harapan Aceh dan Sumut. [] SERAMBI



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.