TamiangNews.com, JAKARTA -- Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengungkapkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite lebih menguntungkan dibandingkan Premium. Tak tanggung-tanggung, margin keuntungan menjual Pertalite bahkan tembus Rp750 per liter.

Foto : cnnindonesia.com
Sementara itu, Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) III Syarif Hidayat menyebut margin keuntungan dari penjualan premium maksimal hanya Rp270 per liter.

Tak ayal, pemiilik SPBU di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) lebih memilih untuk menjual jenis BBM, seperti Pertalite dan Pertamax.

Terlebih, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, penjualan BBM penugasan hanya mencakup wilayah di luar Jawa-Madura-Bali.

Perlu diketahui, Premium masuk sebagai BBM penugasan. Namun, Pertalite dan Pertamax bukan dikategorikan sebagai BBM penugasan. Keduanya juga merupakan BBM nonsubsidi.

"Ada pemahaman yang salah di masyarakat. Seolah-olah, kami ada kewajiban menjual Premium," ujar Syarif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/3).

Sebagai catatan, DPD III mencakup 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana, termasuk wilayah Jabodetabek. Syarif melanjutkan, berkurangnya penjualan Premium di wilayah Jabodetabek juga tak lepas dari permintaan masyarakat yang menurun karena telah beralih ke produk lain yang memiliki oktan lebih tinggi.

Semakin tinggi oktan, performa mesin akan semakin baik apalagi untuk mesin keluaran baru yang kebanyakan dirancang untuk mengonsumsi bahan bakar beroktan 92 (RON92).

"Dulu, penjualan Premium memang tinggi, tetapi sekarang turun terus. Karena keterbatasan kapasitas tangki, salah satu produk jadi harus dilepas. Akhirnya, lebih banyak yang menjual Pertalite," imbuhnya.

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap penggunaan BBM beroktan tinggi membuat Syarif tak khawatir bakal ada lonjakan permintaan Premium besar-besaran, menyusul kenaikan harga Pertalite sebesar Rp200 per liter baru-baru ini.

Sebagai pembanding, Premium dibanderol Rp6.550 per liter di wilayah Jamali, sementara Pertalite yang beroktan 90 harganya Rp7.800 per liter. 

"Kami berharap konsumen mulai bergeser ke penggunaan BBM yang kualitasnya lebih baik," pungkasnya. [] CNNINDONESIA.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.