TamiangNews.com, JAKARTA -- Operasi dengan sandi Tabur 31.1 mulai membuahkan hasil. Operasi yang digeber Kejaksaan Agung (Kejagung) itu menyasar para buronan yang kabur, baik kasus pidana umum hingga pidana khusus.

Foito : Detik.com
Berdasarkan catatan detikcom, Minggu (18/3/2018), banyak cerita di balik penangkapan para koruptor tersebut. Contohnya saat penangkapan koruptor Samadikun Hartono yang kabur 13 tahun lamanya. Samadikun dihukum 4 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari BLBI senilai Rp 2,5 triliun.

Samadikun ditangkap di sela-sela nonton F1 di China. Ia ditangkap otoritas China atas koordinasi dengan pemerintah Indonesia. Samadikun kemudian dideportasi ke Indonesia pada 21 April 2016.

Cerita penangkapan Achmad Kuntjoro berbeda. Kuntjoro merupakan bekas Direktur Keduangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan korupsi sebesar Rp 100 miliar. Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Kuntjoro. Setelah itu, Kuntjoro menghilang.

Penangkapan Kunjtoro berlangsung secara hati-hati. Anggota intelijen Kejari Bandung dibantu Kejari Jakarta Selatan memantau terlebih dahulu kediaman Achmad. Barulah pada saat Achmad dipastikan ada di rumahnya di Pasar Minggu, tim langsung masuk dan meringkus sang koruptor. 

Penangkapan Achmad berlangsung lancar. Bahkan, menurut Agus, Achmad beserta keluarganya bersikap kooperatif.

"Intinya sebelum ditangkap kita sudah memantau yang bersangkutan," ujar Agus.

Kejaksaan Agung (Kejagung) juga berjibaku menangkap koruptor kelas kakap dr Bagoes Soetjipto Soelyodikoesomo. Tim kejaksaan terbang ke Johor, Malaysia, untuk menangkap koruptor 4 perkara pidana di Jawa Timur. 

Penangkapan tersebut merupakan kerja sama antara kejaksaan, KJRI Johor, Polri dan Interpol. Saat jumpa pers, Bagoes dipamerkan di hadapan para jurnalis. Bagoes mengenakan rompi oranye saat dipamerikan di hadapan para jurnalis.

"Akibat perbuatannya negara dirugikan sekitar Rp 2 miliar," ujar Jaksa Agung Muda Intelejen, Jan S Maringka.

Bagaimana dengan Madison Silitonga? Madison ditangkap setelah 10 tahun menjadi DPO. Sebelum disergap, Madison sempat mencoba kabur dengan memanjat tembok. Namun, tim melihatnya dan berhasil menangkap Madison yang juga berstatus PNS.

"Namun setelah dilakukan pencarian di belakang rumah terlihat target bersembunyi di atap lalu target melompati dinding namun berhasil ditangkap oleh anggota tim yang sudah berjaga dan kemudian dibawa ke Kejati Sumut untuk pemeriksaan," ungkapnya.

Madison merupakan terpidana kasus korupsi ganti rugi lahan di Kabupaten Deli Serdang. Kejahatan korupsi Madison mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5 miliar. Madison pun divonis 3 tahun penjara.

Adapun Ramlan ditangkap di hotel kelas premium di seputaran Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Jakpus pada 22 Februari 2018 siang. Ia merupakan terpidana korupsi pembangunan taman di Bangka Belitung dengan kerugian Rp 2,7 miliar. Ramlan dihukum 3 tahun penjara. Ramlan kabur kurang lebih 1 tahun.

Ramlan ditangkap di lobi hotel. Saat itu, ia menginap di hotel dengan tarif jutaan rupiah/malam. [] DETIK.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.