TamiangNews.com, PEUREULAK -- Rumor yang berkembang di Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Abdul Azis Syah Peureulak Gampong Lhok Dalam Jalan Paya Meuligo Peureulak Kecamatan Peureulak Kota Kabupaten Aceh Timur bahwa oknum Direktur RSUD SAAS Peureulak telah mengangkangi sejumlah peraturan  kewenangannya yang bertidak semena-mena dengan menetapkan kebijakan, disinyalir sejumlah kegiatan yang menggunakan anggaran baik APBK maupun JKN, tidak tepat sasaran.



Untuk mengklarifikasi rumor tersebut, TN melakukan kroscek ke rumah sakit Kelas C Peureulak tersebut dengan mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat di Gampong Lhok Dalam dan sejumlah Karyawan rumah sakit, dugaan sementara benar bahwa Direktur RSUD SAAS Peureulak semena-mena dalam menjalankan kebijakan jabatan direktur. 

Direktur dengan "tangan besinya" menetapkan jabatan rangkap bagi orang orang kepercayaannya dari tahun 2017, seperti Kabid Pelayanan Medis (Eselon III.b) yang juga diberi nota dinas sebagai Kasie Pelayanan Medis (eselon IV.a), plus Jabatan Fungsional sebagai Ketua Diklat RS sekaligus sebagai dokter piket yang bertugas 24 jam di Instalansi Gawat Darurat, sehingga jasa JKN yang diterima di empat Bidang.

Hal yang sama juga dinikmati oleh orang orang kepercayaan Direktur  yakni Pejabat Kabid Penunjang Medik juga rangkap jabatan sebagai ketua Komite Medik dan ikut bertugas sebagai Dokter Piket di IGD juga selama 24 jam, disebut sebut masih banyak pejabat lain yang rangkap jabatan.

Salah seorang sumber yang merupakan orang dalam di rumah sakit itu mengatakan seharusnya direktur segera menunjuk petugas lain sebagai pengganti pejabat eselon IV.a tadi sehingga tidak terjadi rangkap jabatan dan timbul kecemburuan sosial karena jasa JKN yang diterima hanya mereka saja.

Disebut sumber juga sejumlah pegawai di RSUD SAAS Peureulak tidak puas dengan jasa JKN yang mereka terima setiap bulannya, karena mereka menganggap jumlah kunjungan pasien kerumah sakit setiap bulannya semakin meningkat, namun jasa yang diterima tetap seperti biasa, untuk kita minta instansi terkait untuk melakukan audit penggunaan dana JKN dari tahun 2014 s/d 2017.

"Kita lihat saja sendiri, pasien yang berobat setiap bulan meningkat, mengapa jasa kami tetap tidak ada peningkatan", papar sumber.

Ditambahkan sumber, Direktur selalu mengabaikan tupoksi masing masing bidang, seperti  Kasubbag Keuangan tidak difungsikan sebagaimana perannya, setiap kali ada urusan menyangkut masalah keuangan direktur langsung ber urusan dengan Bendahara sehingga kasubbag keuangan mengundurkan diri dari jabatannya.

Sumber juga mengungkapkan ada sejumlah kegiatan yang menggunakan dana APBK dan JKN tahun 2016 yang diduga fiktif seperti pengadaan baju Security, juga masalah anggaran perawatan mobil ambulance dan mobil dinas tahun 2016 - 2017 diduga juga ber aroma fiktif, dan sejumlah kegiatan lain masih banyak diduga fiktif dan penyelewengan penggunaan dana Bapelstok JKN.

Untuk mengklarifikasi rumor miring yang berkembang, TN melakukan konfirmasi ke RSUD SAAS Peureulak untuk menemui Direktur dr. Edi Gunawan MARS sedang berada di kantor menurut staf di sana mengatakan bapak sedang rapat silahkan bapak menemui Kabag TU.

Kabag TU, Yeni Irmawati. SE, M.kes yang dijumpai di ruang ditanya TN membenarkan ada jabatan rangkap di RSUD SAAS ini, masalah mengapa itu terjadi, Yeni Irmawati tidak bisa memberikan keterangan karena itu bukan kewenangan dia menjawab, silahkan bapak menemui Direktur, tutur Kabag TU, di ruang kerjanya, Selasa (27/3).

Direktur RSUD SAAS Peureulak Edi Gunawan, MARS ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya via WhatsApp menolak memberikan keterangan sambil menjawab via WhatsApp antara lain tulisnya, "Maaf Pak, sesuai arahan Pak Kapolres, pd saat mengundang smua Kpla.SKPK.Aceh Timur, agar dlm memberikan informasi terkait brta kpd awak media, dipastikan dulu Kartu PERS dan identitas Kependudukan nya...Dan sya lihat Kartu PERS bpk jga sdh habis masa berlaku nya...". [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.