TamiangNews.com | SUMSEL -- Albert, 38, warga Jl A Yani, Kelurahan 9-10 Ulu, Sumsel, baru dua bulan menghirup udara bebas.


Foto : Ilustrasi
Apesnya, dia harus kembali mendekam di sel tahanan karena ditangkap polisi terkait kepemilikan tiga paket shabu-shabu.

N@rkoba serbuk itu baru dibelinya dari seorang pengedar di kawasan Plaju.

Satu paket sabu itu dibelinya seharga Rp 150 ribu. Rencananya, akan dia gunakan. Dalam perjalanan pulang, tersangka berpapasan dengan anggota Polsek Seberang Ulu I yang sedang patroli.

Karena takut, tersangka spontan membuang tiga paket shabu yang ada padanya.

Apes, perbuatan pria yang pernah dipenjara (residivis) kasus pembunuhan itu terlihat petugas. "Belum sempat pakai jadinya, keburu ditangkap,” cetusnya, Kamis (1/3).

Tersangka mengaku baru dua bulan ini mengonsumsi shabu-shabu. “Sedang suntuk, tidak ada kerjaan, " tuturnya.

Kanit Reskrim Polsek Seberang Ulu I Ipda Alkap mengatakan, pihaknya mendapat informasi sering terjadi transaksi narkoba di Lr H Umar.

“Waktu anggota patroli, terlihat tersangka membuang tiga bungkus plastik kecil,” katanya.

Dibenarkan Alkap, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku dirinya pernah dipenjara dalam kasus pembunuhan. Dalam persidangan, tersangka dinyatakan bersalah dan divonis 10 tahun penjara.

“Baru bebas dua bulan ini,” tukasnya.

Terpisah, Saidi, 41, digerebek jajaran Satres N@rkoba Polres OKI . Penangkapan berlangsun 28 Februari, saat tersangka bertransaksi sabu di rumahnya, Kecamatan Pedamaran Timur.

“Dari tersangka, disita 29 paket shabu seberat 4,80 gram,” jelas Kasat N@rkoba AKP Heri Yusman.

Selain itu, disita juga beberapa barang bukti lain, termasuk uang Rp 175 ribu. Anggota masih melakukan pengembangan kasus, menyelidiki dari mana tersangka mendapatkan shabu-shabu itu. [] jpnn.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.