TamiangNews.com, Karang Baru | Rencana Pembangunan Pasar Tradisional di Kampung Upah salah satu cara mengantisipasi kemacetan yang terjadi dikawasan ini dan mengimbangi perkembangan di daerah ini sangat pesat, serta memenuhi penataan daerah, sehingga perlu dibangun Pusat Pasar Tradisional.


Menyahuti hal ini, Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn didampingi Ketua Komisi A DPRK Aceh Tamiang Ismail, Asisten II Setdakab Aceh Tamiang Drs Rianto Waris bersama Kadis Koperindag Aceh Tamiang Drs Zagusli, Kabag Tata Pemerintahan Seprianto, Kabag Humas Ahmad Yuharda AP, Kabag Umum Rafie, Camat Bendahara Ibnu Hajar SE, Kepala Mukim Upah Hulu dan Datok Upah Hulu, meninjau lokasi perencanaan pembangunan pasar tradisional di Kampung Upah Kecamatan Bendahara. Sabtu (10/3).

Kepala Dinas Koperindag Aceh Tamiang  Drs. Zagusli ditanya Media di lokasi tinjauan Pasar Tradisional Kampung Upah mengatakan, kondisi pasar di Simpang Empat ini sudah tidak layak lagi mengingat perkembangan daerah itu sangat pesat, dimana para warga yang berjualan ditempat itu selain meminjam lahan milik warga untuk membuka lapak berjualan dan mereka juga berjualan di bahu jalan sehingga membuat badan jalan menyempit dan sulit dilalui kendaraan roda empat, padahal Jalan Simpang Empat ini ramai dilalui warga dari dan ke Ibu kota Kecamatan Sungai iyu Kecamatan Seruwai dan Kecamatan Banda Mulia setiap harinya, belum lagi pada hari Selasa yang merupakan hari pasaran di tempat itu semakin mempersulit untuk dilewati.

Berdasarkan kajian ini pemerintah setempat berencana akan membangun pasar tradisional yang baru di kawasan Perkebunan HGU milik PT Surya Mata Ie. yang tergabung dalam Groups Mapoli Raya Groups, direncanakan seluas 2 hektare dengan rencana anggaran Rp.6 Miliar yang bersumber dari Dana Tugas Perbantuan Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Bupati Mursil yang ditanya wartawan di lokasi peninjauan Pasar Tradisional itu mengatakan, terkait pembangunan pasar tradisional tersebut, pihaknya melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang telah mempersiapkan segala keperluan untuk adanya Pasar Tradisional itu.

"Kita sudah mempersiapkan lahan ini sejak tahun 2015 lalu, dan Alhamdulillah berkat kesabaran akhirnya pada tahun ini akan direalisasikan," kata Bupati Mursil.

Lokasi lahan yang akan didirikan pasar tradisional ini cukup strategis untuk dijadikan lokasi Pasar karena berada di persimpangan jalan dan hanya berjarak 100 meter dari lokasi Pasar yang ada saat ini, namun lahan tersebut masih berstatus HGU Perkebunan Sawit Milik PT Surya Mata Ie Grupnya PT Mopoli Raya, nanti kita akan meminta agar lahan ini dibebaskan untuk kepentingan publik, ujarnya.

Bupati juga memerintahkan Kadis koperindag untuk mempersiapkan Administrasi Pernyataan Pelepasan Lahan tersebut sehingga dalam beberapa hari ini ia menemui pihak perusahaan untuk maksud tersebut, mudah-mudahan lahan tersebut bisa dilepas tanah akan digunakan untuk kepentingan umum,

Bupati juga meminta kepada Camat, Mukim dan para Datuk Penghulu menjamin setelah pasar ini dibangun dapat mengarahkan para pedagang bersedia Pindah ke lokasi yang baru sehingga pasar yang baru dibangun berfungsi dengan baik sesuai peruntukannya, permintaan itu disanggupi oleh Camat mukim dan datuk penghulu yang ada di sekitar lokasi pembangunan pasar tradisional.

"Ya kita inginkan pasar yang baru nantinya dapat berfungsi sebagaimana mestinya jangan sampai Pasar tersebut menjadi Sarang Burung Walet," harap Bupati. [] TN-W007 (Saiful Alam)


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.