TamiangNews.com, JAKARTA -- Kasus pencemaran nama baik yang menjerat artis Lyra Virna terus bergulir. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Lyra akan menjalani pemeriksaan perdananya. 

Foto : Tribunnews.com
"Nanti kita tanggal 22 Maret (pemeriksaan) 2018, hari Kamis besok dipanggil sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/3/2018).

 Argo mengatakan, polisi akan mendalami mengenai pernyataan yang diunggah Lyra di akun media sosialnya yang dianggap mencemarkan nama baik pemilik tour and travel yang akan memberangkatkannya umrah. "Tidak jauh beda dengan waktu jadi saksi, berkaitan apa pernyataannya di Instgaram, di media sosial", kata Argo. 

Seperti diketahui, pada Mei 2017, seorang wanita bernama Lasty Annisa yang merupakan pemilik usaha biro perjalanan melaporkan Lyra ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Permasalahan bermula ketika Lyra dan suaminya, Fadlan, ingin menunaikan ibadah haji dengan jalur ongkos naik haji (ONH) plus. Mereka berangkat ke Tanah Suci melalui biro perjalanan milik Lasty. Namun, biro perjalanan tersebut dianggap tak memberikan kepastian keberangkatan kepada Lyra.

Lyra pun mengunggah status di media sosial sebagai wujud protesnya terhadap biro perjalanan tersebut. Hingga akhirnya, polisi menetapkan Lyra Virna sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik. Penetapan Lyra tertuang dalam surat pemberitahuan nomor B/5795/III/2018/Datro dengan tanggal 16 Maret 2018.

Argo mengatakan, penetapan Lyra sebagai tersangka dilakukan karena polisi telah menemukan alat bukti yang cukup. "Kami temukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," ujar Argo, Selasa (20/3/2018). [] KOMPAS.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.