TamiangNews.com, JAKARTA -- Pernahkah Anda membaca informasi tentang adanya hujan berlian di Uranus dan Neptunus? Apakah benar ada hujan berlian di sana? Lalu, seperti apa hujan berlian itu? Berikut ini hal penjelasan ilmiahnya.

Foto : Iluistrasi (Litbang Kemendagri)
Astronom telah menemukan keanehan di kutub magnet Uranus dan Neptunus, keduanya memiliki kutub magnet sebesar 60 derajat dari kutub geologi yang tentunya sangat kontras dari Bumi. Selain itu, para astronom juga mempertanyakan susunan karbon kedua planet tersebut yang diyakini mengandung karbon paling sedikit 10%. Studi menunjukkan bahwa lautan karbon cair dengan berlian besar mungkin bisa menjelaskan keduanya.

Para ilmuwan mulai mengeksplorasi pemikiran tersebut setelah mampu menghasilkan berlian cair di laboratorium dengan menggunakan listrik dan tekanan yang berlebihan. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apa yang akan terjadi dengan berlian di lingkungan yang sangat panas dan bertekanan tinggi.

Berlian berhasil dicairkan, mengingat betapa sulitnya zat ini. Para ilmuwan menambah kembali tekanan ke tingkat yang akah dialami di dalam Neptunus, suhu meningkat dari -220 derajat sampai 7.000 derajat dan mereka juga menaikkan sekaligus menjadi sekitar 50.000 derajat F yang di mana berlian menjadi karbon cair. Hal ini menunjukkan bahwa berlian sama seperti air dalam proses pembekuan dan pelelehan.

Jika ini benar, berlian cair dalam posisi tertentu akan dengan mudah melepaskan kutub magnet yang seharusnya sesuai dengan dengan rotasi. Hal ini juga akan membantu dalam memahami mengapa Neptunus memancarkan panas yang jauh lebih besar daripada yang diterima dari matahari.

Terakhir, Uranus dan Neptunus mengandung konsentrasi metana yang tinggi. Seperti grafit ia juga benar-benar dapat berubah menjadi berbagai bentuk hidrokarbon kompleks yang diberi cukup panas dan tekanan. Seorang Professor dari UC Berkeley membuat penemuan dengan menembakkan laser pada metana cair lalu memanas hingga suhu melebihi 5.000 derajat Fahrenheit.

Dengan demikian, beberapa hal tentang teori bahwa berlian kecil mungkin jatuh seperti hujan es di seluruh planet ini. Saat berlian mulai bertebaran energi yang dilepaskan bisa menjelaskan perbedaan suhunya. Hal ini dilansir dari Futurism. [] okezone.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.