TamaingNews.com, CAPE TOWN -- Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengundurkan diri pada 14 Februari 2018. Langkah itu diambil setelah ia mendapat tekanan dari partainya sendiri.


Foto : josstoday.com
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, Zuma mengatakan bahwa ia akan berhenti bertugas sebagai presiden dengan segera. Namun, ia mengaku tidak sejalan dengan partainya, African National Congress (ANC).

Dikutip dari BBC, Kamis (15/2/2018), sebelum menyampaikan soal pidato pengunduran dirinya, Zuma membukanya dengan tertawa dan bergurau dengan sejumlah awak media, bertanya mengapa mereka terlihat sangat serius.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan kerja yang telah mendampinginya selama beberapa tahun, Jacob Zuma mengatakan bahwa perpecahan di dalam ANC mempengaruhi keputusannya untuk mengundurkan diri.

"Tak ada satu pun nyawa yang hilang atas nama saya, dan juga ANC tidak boleh terbagi kareana saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dengan segera."

"Meskipun saya tidak setuju dengan keputusan pemimpin organisasi saya, saya selalu menjadi anggota disiplin ANC."

"Saat saya keluar, saya akan terus melayani masyarakat Afrika Selatan dan juga ANC, organisasi yang saya layani...sepanjang hidup saya," demikian pidato Zuma yang disampaikan pada 14 Februari 2018 waktu setempat.

Pria berusia 75 tahun yang telah menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 2009 itu menghadapi sejumlah tuduhan kasus korupsi.

Pada Rabu 14 Februari 2018 pagi, polisi menggeledah rumah keluarga Gupta yang dikenal akan kekuasaan dan kekayaannya. Keluarga tersebut memiliki hubungan dekat dengan Jacob Zuma.

Sekilas soal Jacob Zuma

April 1942, Jacob Zuma lahir di KwaZulu-Natal. Ia dibesarkan oleh ibunya yang merupakan seorang janda dan tak pernah bersekolah formal.

Tahun 1959 ia Bergabung dengan ANC, lalu menjadi anggota aktif di sayap militer pada 1962.

Agustus 1963, pada usia 21 tahun, Zuma dipenjara bersama Nelson Mandela selama 10 tahun karena berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahan apartheid.

Lalu pada Maret 1990, ia kembali ke Afrika selatan setelah diasingkan, saat larangan untuk ANC dicabut -- ia terpilih untuk memimpin partai empat tahun kemudian.

Juni 1999, lima tahun setelah apartheid berakhir, ia menjadi Wakil Presiden Afrika Selatan. Namun ia kehilangan posisi tersebut setelah terlibat dalam percobaan penipuan.

April 2009, dua pekan setelah tuduhan korupsi dibatalkan, Zuma menjadi Presiden Afrika Selatan.

Dan pada Oktober 2017, Mahkamah Agung mengajukan banding, di mana ia harus menghadapi 18 tuduhan korupsi, penggelapan, pemerasan, dan pencucian uang. [] liputan6.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.