TamiangNews.com, KARANG BARU -- Hasil rapat mediasi dualisme Serikat Pekerja F.SPTI-K.SPSI Kabupaten Aceh Tamiang yang dilaksanakan Disnakertrans Aceh Tamiang telah menghasilkan beberapa point rekomendasi.


Foto : Ilustrasi
Adapun reomendasi tersebut adalah; 1. Masing-masing pihak yang berselisih agar dapat memberikan dokumen administarasi terkait keabsahan kepengurusannya agar dapat ditelaah; 2. Kedua belah pihak beserta massanya diharap untuk menahan diri agar tidak terjadi tindak kriminal dilapangan; 3. Akan dibentuk Tim untuk meneliti dan menelaah permasalahan F.SPTI-K.SPSI; 4. Karena akar permasalahan dari DPP F.SPTI-K.SPSI pusat maka Disnakertrans Aceh Tamiang akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja; 5. Selama permasalahannya belum selesai masing-masing pihak untuk tidak menggunakan logo F.SPTI-K.SPSI.

Hasil notulen rapat Disnakertrans Aceh Tamiang yang telah resmi ditandatangani Kadisnakertrans Drh. Yusbar serta Pimpinan Rapat Drs. Supriyanto dan Yusri Fahriansyah, S.Pi dalam rapat pada 22 Januari 2018 lalu di aula P4 TKI Aceh Tamiang, kini telah diedarkan ke masing-masing kubu SPSI yang bertikai. 

Dalam rapat yang di mediasi Disnakertrans dan dihadiri Saiful Bahri, SH Ketua Komisi D DPRK, Sat Intelkam Polres, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim, Ramadhani, SH Kabag Hukum Setdakab, Iskandar Ishak LKS Tripartit dan kedua Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Aceh yakni Samsul Raden (DPD SPTI Aceh) dan Anwar TM Ali (DPD F.SPTI-K.SPSI Aceh) itu, adanya dualisme SPSI ini bukan hanya di daerah tetapi di Pusat (Nasional) dikarenakan bertikainya pengurus SPSI Pusat sehingga melahirkan dualisme, yang sama-sama menggunakan lambang SPSI dan akibatnya terjadi saling pengklaiman dari masing-masing kubu yang bertikai dan berimbas ke daerah.

Selama menunggu kubu versi mana yang memiliki legalitas dari Pemerintah keabsahannya, Disnakertrans Aceh Tamiang mengharapkan kedua kubu SPSI yang bertikai untuk dapat mematuhi hasil keputusan rapat ini, agar tidak terjadi permasalahan di lapangan.

"Dengan diterimanya hasil rapat ini, saya ketua SPSI khususnya versi SPSI Aceh Samsul Raden menghimbau kepada seluruh anggota untuk menahan diri dan bersabar" ujar Anto Atan ketua DPC F.SPTI-K.SPSI versi DPD F.SPTI-K.SPSI Aceh pimpinan Samsul Raden, pada Senin sore (5/2) lalu, usai menerima hasil keputusan rapat ini.

Lebih jauh Darwanto atau yang biasa dipanggil Anto Atan ini menjelaskan, walaupun SPSI nya telah memiliki surat dari MenkumHAM tertanggal 8 Desember 2017 tentang Perubahan AD/ART dan kepengurusan F.SPTI-K.SPSI yang baru dibawah pimpinan CV. Nanggolan sebagai Ketua Umum dan Syafril Arsyad sebagai Sekjen. Namun dirinya tetap menghimbau kepada seluruh anggota SPSI di bawah pimpinannya untuk tetap mematuhi keputusan rapat ini.

Hal senada juga disampaikan Faisal Kamal Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI versi DPD F.SPTI-K.SPSI Anwar TM Ali, pada Selasa (6/2) lalu. 

"Kita harapkan kepada anggota untuk bersabar, dan kepada Disnakertrans untuk tetap memantau keputusan ini dijalankan oleh kedua pihak dan tidak terjadi pelanggaran", ujar Faisal. [] TN-Andi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.