TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Diduga terkait pemberitaan soal pembangunan rumah yang anggarannya berasal dari Dana Aspirasi anggota DPRA, salah seorang wartawan media online reportaseaceh.com di Bireun mendapat teror.  



Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh, Ronny (foto) dalam rilis persnya Selasa (06/02) mengatakan sangat menyesali atas kejadian yang menimpa wartawan ini.

“Stop teror terhadap wartawan di Aceh, Bireun termasuk daerah paling sering terjadi hal tidak menyenangkan terhadap jurnalis,” kata Ronny.

Ronny juga berharap terhadap kasus yang menimpa wartawan media online reportaseaceh.com tersebut dapat diselesaikan dengan baik sebagaimana mestinya.

“Kontraktor jangan arogan, jangan busung dada mentang–mentang pegang uang, dan seolah–olah semuanya bisa dibeli, kalau bermasalah nanti jadi menyusahkan dirinya sendiri, juga pekerjaan yang harus dia selesaikan untuk masyarakat, semoga masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Ronny.

Kalau ada masalah dengan wartawan terkait pemberitaan mereka yang dirasa kurang tepat, kan bisa dihubungi pihak medianya dan diselesaikan dengan aturan yang ada, kecuali ada penyimpangan berat”, kata Ronny lagi.

Untuk itu Ronny meminta semua pihak yang bersinggungan masalah dengan pegiat jurnalistik, agar menyelesaikan persoalannya melalui mekanisme yang berlaku.

Ronny juga kembali meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan perhatian dan perlindungannya terhadap jurnalis di Aceh.

“Wartawan, hasil kerjanya itu kan demi kepentingan publik, jadi penting bagi aparat hukum meningkatkan perlindungan para jurnalis dari teror pihak tertentu terkait pemberitaannya” tegas Ronny.

Ronny menghimbau insan pers di Aceh untuk lebih cermat dan berhati – hati melaksanakan tugasnya, agar dapat menyuplai informasi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik. Beritakan fakta saja, jangan asal–asalan. 

Di akhir keterangan persnya, dia meminta penegak hukum untuk melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan pada program aspirasi dewan tersebut. 

“Ya coba diselidiki saja jika memang ada penyimpangan, kalau nggak ada, berarti kita dari media juga harus memberitakannya, jangan sampai rusak nama orang”, pinta Ronny. [] RED (ril)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.