TamiangNews.com, TEKNOLOGI -- Kartu SIM dengan "nomor cantik" berupa deretan angka sama atau pengulangan pola angka sudah lama booming di Indonesia beberapa tahun lalu. Namun di Irak, tren ini masih digandrungi, mulai dari klaangan masyarakat biasa, pebisnis hingga elit politik sejak 2007.

Foto : kompas.com
Tak tanggung-tanggung, mereka berani menggelontorkan uang ratusan juta rupiah demi sebuah SIM card kecil yang tersemat di ponsel mereka. Salah satu penjual nomor ponsel cantik di Irak yang bernama Haider Mohamed mengaku pernah menukar sebuah kartu SIM bernomor cantik dengan mobil Lexus seharga 60.000 dollar AS atau lebih dari Rp 810 juta.

Mengapa sebuah nomor ponsel cantik di negeri 1001 malam itu bisa sebanding dengan harga mobil mewah? "Angka adalah bahasa", kata Mohamed, sang pemilik toko bernama "World of Distinction" yang menjual aneka nomor cantik.

"Nomor cantik memberi kesan tertentu tentang pemiliknya. Misalnya, bahwa ia berselera tinggi dan kaya raya sehingga menimbulkan rasa optimis dan prestise," lanjut Mohamed, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Washington Post, Sabtu (18/2/2018).

Di Irak, nomor ponsel cantik digunakan sebagai alat untuk mendapat perhatian dari mitra bisnis kelas atas, koneksi yang baik dengan politisi, hingga menarik calon pasangan ke dalam hubungan asmara.

Pasaran kartu SIM dengan nomor cantik di Irak sebenarnya sudah mulai muncul sejak lebih dari satu dekade lalu, tapi belakangan mulai naik daun kembali seiring dengan optimisme baru yang muncul setelah kekalahan ISIS di negeri tersebut.

Harga nomor cantik

Minat warga Irak terhadap nomor ponsel cantik demikian besarnya sehingga operator-operator seluler terbesar Irak pun ikut menawarkan nomor cantik masing-masing.

Salah satu operator seluler Irak, Zain, misalnya, memberikan beberapa pilihan paket kartu SIM yang dibedakan berdasar kombinasi nomor dan harga. Kartu SIM paket "Silver" yang berisi dua pasang angka sama secara berurutan seperti "4455" dihargai setara Rp 400.000.

Semakin "cantik" nomornya, semakin mahal pula harganya. Kartu SIM paket "Diamond Plus" yang berada di urutan teratas memiliki akhiran lima angka yang sama. Banderolnya mencapai 1.600.000 dinar Irak atau lebih dari Rp 18 juta.

Sebagai perbandingan, harga normal untuk kartu SIM yang tidak memiliki nomor cantik di Irak adalah di kisaran 3.500 dinar Irak atau sekitar Rp 40.000.

tu pun baru tawaran resmi dari operator. Kartu SIM dengan nomor tercantik dan banderol termahal yang dikenal dengan istilah "presidential number" konon hanya bisa diperoleh di jalanan dan chatroom internet.

Salah satu pebisnis nomor cantik, Safa Mohsen, mengatakan bahwa beberapa pejabat tinggi Irak memiliki nomor ponsel cantik dengan harga super premium.

Mantan Perdana Menteri Irak 2006-2014, Nouri Al-Maliki atau Jawad Al-Maliki misalnya, disebut memiliki dua kartu nomor cantik yang masing-masing bernilai sekitar 11,8 juta dinar Irak atau Rp 135,5 juta.

Demikian halnya Kepala badan anti-teror Irak, Jendral Fadhil Jamil al-Barwari. Ia disinyalir memiliki nomor cantik dengan kombinasi angka nol berurutan yang harganya bisa mencapai 45 juta dinar Irak atau sekitar Rp 515,2 juta.

Lantaran bernilai tinggi dan banyak dicari, ada dugan bahwa bahwa pemberian "nomor cantik" merupakan salah satu cara untuk menyuap pejabat di Irak dengan cara diberikan sebagai hadiah.

Namun, buat kebanyakan warga di sana, motivasi untuk memiliki nomor cantik dilandasi keinginan sederhana untuk lebih sukses di masyarakat, entah dalam hal mengembangkan bisnis atau meningkatkan gengsi. [] kompas.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.