TamiangNews.com, TUALANG CUT -- Tak dipungkiri, triliunan dana negara akan terkuras untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di tanah air. 


Maraknya peredaran narkoba di negara ini, tidak luput daerah kita tercinta Aceh Darusaalam dan Kabupaten Aceh Tamiang khususnya  menjadi suatu hal yang sangat riskan, mengkhawatirkan dan patut menjadi perhatian kita bersama.

"Ini tentunya sangat miris, dan sudah seharusnya ada komitmen bersama dari semua pihak untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba ini dan juga dukungan seluruh elemen masyarakat".

Demikian ungkap, Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Aceh Tamiang, Heni Puspita saat pertemuan rutin dengan  para datok penghulu (Kepala desa_red) dan perangkat kampung dalam Kemukiman Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang di Balai Meunasah Kampung Seunebok Pidie, Selasa (13/2)pagi.

Lanjutnya, peredaran narkoba terutama jenis shabu-shabu ini merupakan bentuk kejahatan yang dipraktekan oleh antek -antek dari negara komunis seperti Cina. Karena barang haram ini banyak beredar dari negara-negara komunis tersebut terutama lewat jalur laut.

"Jaringan kejahatan dari bandar bandar narkoba ini bukan skup kecil tapi sudah menjadi jaringan internasional, dan para bandar bandit narkoba ini sudah sangat lihai dalam memainkan kejahatannya", sebut Heni yang turut didampingi staf Rehab BNN Kabupaten Aceh Tamiang Mursal.

Sementara Camat Manyak Payed, Wan Irwansyah dalam kesempatan ini  mengajak segenap masyarakat daerah ini untuk pro aktif mencegah peredaran narkoba ini terutama di wilayah kecamatan Manyak Payed.

"Disinilah peran datok penghulu dan perangkat kampung untuk bersama sama mencegah dan  memberantas peredaran narkoba ini", himbau Camat Wan Irwansyah. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.