TamiangNews.com, MEDAN -- Tim Operasi SPORC Brigade Macan Tutul Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera berhasil mengamankan pelaku perdagangan online bagian-bagian satwa yang dilindungi pada Senin (29/01) yang lalu.

Taring dan Kuku Beruang yang dilengkapi dengan ring ornamen
Dalam rilis yang diterima TamiangNews.com Rabu (07/02), Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Edward Sembiring menjelaskan, tersangka berinisial M.I (32) ditangkap di Jl. Veteran Pasar IV Dusun 7 Desa Helvetia Kec. Labuhan Deli Serdang. Saat ini tersangka dititipkan di Rutan Polda SU, barang bukti diamankan di Mako SPORC Brigade Macan Tutul Seksi Wilayah I Balai Gakkum Wilayah Sumatera, ujarnya. 

Edward Sembiring berharap agar semua masyarakat mengetahui bahwa perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi atau bagian-bagiannya merupakan perbuatan pidana. 

“Semoga penangkapan ini memberikan efek jera. Jika masih ada pelaku yang masih nekat, Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera bersama instansi terkait akan segera menangkap dan melakukan proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sembiring.  

Tersangka M.I (32) yang ditangkap di rumahnya itu sehari-hari bekerja sebagai pedagang sate. Operasi penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, bahwa tersangka melakukan penjualan bagian-bagian satwa dilindungi secara online (di Facebook). Berdasarkan informasi tersebut personil SPORC menyamar sebagai pembeli online, dan sepakat bertemu pada waktu dan tempat di mana tertangkapnya pelaku. 

Adapun Barang bukti yang disita yakni 1 lembar kulit harimau dengan ukuran panjang + 95 cm dan lebar + 35 cm, 5 buah taring beruang terdiri dari 4 buah dilengkapi ring ornamen dan 1 buah taring tanpa dilengkapi ring ornamen, 1 buah kalung yang terbuat dari kuku harimau, 3 buah kuku beruang dilengkapi dengan ring ornamen, 4 buah kuku macan, 2 buah dompet kulit harimau, 2 buah kulit harimau bagian kaki berbentuk tapak dan masih berkuku tidak utuh, 2 buah tali pinggang kulit harimau masing-masing berwarna coklat dan hitam, 1 buah tas selempang kulit macan, 1 buah kalung yang terbuat dari 2 buah kuku beruang dan 1 buah telepon selular.

Menurut Edward Sembiring, pelaku melanggar Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf d UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAH dan E Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 100 juta rupiah. [] TN-W001 (ril)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.