TamiangNews.com, KARANG BARU -- Beberapa Perwakilan warga/tokoh masyarakat dan penerima manfaat proyek IPAL Kampung Perdamaian menghadiri rapat musyawarah dan mufakat atas undangan (BAPEDA) Badan Pembangunan Daerah Aceh Tamiang, membahas masalah (Sanimas) Sanitasi Bersama Masyarakat tentang Proyek (Ipal) Instalasi Pengelolaan Air Limbah yang diduga masih bermasalah dalam Pelaksanaan pengerjaannya di Desa Perdamaian Kecamatan Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang Rabu (24/1) yang lalu.


Program Sanitasi Berbasis Masya­rakat (SANIMAS) yang bersumber dari dana Islamic Development Bank (IDB) bernilai Rp. 425 juta tersebut telah memasuki tahun ketiga dan Program tersebut dimotori oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), berupa kegiatan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal pada lokasi rawan sanitasi dan kawasan kumuh.

Sangat disayangkan ketidak hadirannya beberapa orang yang dianggap penting didalam Rapat permasalahan Proyek pembangunan IPAL tersebut  yaitu, (PPK) Pejabat Pembuat Komitmen, (PPTK) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Perwakilan (BKM) Badan Keswadayaan Masyarakat bahkan Datok Desa perdamaian juga tidak hadir di dalam Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris BAPEDA Ir Fadli Maulana, M.Sc.

Dalam rapat tersebut, seorang warga Iskandar mengatakan, mereka mendukung program Ipal ini terlaksana di kampung mereka, akan tetapi Lokasi yang dipilih untuk pembangunan Ipal ini dianggap warga tidak tepat, dikarenakan lahan tempat pembangunan Ipal tersebut Rawan Banjir.

"Kami sebenarnya mendukung Program Sanimas proyek Ipal ini pak, akan tetapi para pelaksananya seharusnya memilih lokasi yang tepat untuk pembangunan Ipal ini, jangan asal pilih lokasi, soalnya lokasi yang sekarang dibangun Rawan banjir, apa proyek ini hanya untuk menyerap anggaran saja, ya apa gunanya di bangun Ipal di Desa kita kalau nanti kotoran yang telah ditampung jadi ngambang dan beserakan lagi", ujar pria berambut gondrong ini.

Selain itu M. Irwan yang juga salah seorang tokoh masyarakat Desa Perdamaian mengatakan dalam rapat, bahwa terlalu banyak kejanggalan dalam proses pelaksanaan Sanimas di Desa mereka ini, yaitu warga tidak dilibatkan dalam Rapat Sanimas, faktor Lokasi yang berdampak buruk pada lingkungan, pembangunan proyek Ipal yang memakan badan jalan, dan warga diundang cuma pada rapat ke 3.

M. Irwan juga menambahkan, Sanimas Proyek Ipal yang Pertama di desa mereka bahkan lebih parah dari yang kedua dan untuk kedua kalinya ini mereka tidak ingin tinggal diam melihat para pejabat bermain proyek hanya untuk menyerap Anggaran semata, tanpa peduli Faktor dampak buruk karena Pekerjaan yang dilaksanaakan di lokasi rawan banjir, ujar M. Irwan. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.