TamiangNews.com, KRIMINAL -- Romy Irawan alias Ony meninggal dunia setelah dibunuh oleh Ismail Marjuki di Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (1/1).

Foto : Ilustrasi
Ony meninggal setelah tusukan badik yang dilayangkan Ismail mengenai tubuhnya.

Peristiwa bermula saat Ony mendatangi indekos Ismail. Ony ingin membuat perhitungan setelah terlibat percekcokan dengan Ismail pada malam tahun baru.

Ony tak terima Ismail menegur dan memukulnya saat dia membuat keributan akibat pengaruh minuman keras.

"Saya sempat pukul dia (Ony). Namun, dia mau balas karena memang dia mabuk. Setelah itu, dia bilang akan datang besok pagi untuk membunuh saya. Dia bilang, saya atau dia yang mati," kata Ismail di ruang Jatanras Polres Balikpapan, Rabu (3/1).

Berdasar pengakuan Ismail, Ony datang lebih awal dari jam yang ditentukan, yakni pukul 10:00 Wita.

Ony membawa parang. Dia ingin melakukan perhitungan atas perlakuan Ismail kepadanya pada malam tahun baru.

"Dia datang terus duduk di samping saya. Dia bilang, ayo. Kamu yang mati atau saya. Lalu saya ingatkan dia untuk ingat anak. Namun, tak direspons," ucap Ismail.

Ucapan berlanjut aksi fisik. Ismail dipukul hingga tersungkur.

Ismail bangkit dan membalas memukul Ony. Ony kemudian mencabut parang dan menebaskannya ke arah Ismail.

Tebasan itu mengenai lengan kanan Ismail. Ismail lalu mencabut badik dari pinggangnya. Dia menusuk perut Ony.

"Satu kali saya tusuk. Itu pisau, Pak. Biasa buat kupas mangga. Saya harus melawan. Kalau tidak, saya yang mati," kata bapak anak tiga itu.

Usai menusuk, Ismail langsung berlari ke sebuah gereja. Dia mengaku sempat melamun selama hampir setengah jam sambil memeriksa lukanya.

Luka Ismail tak fatal karena parang yang dibawa Ony tidak tajam.

Dia lalu membuang badiknya ke parit. Setelah itu, dia naik angkot dan langsung kabur ke rumah kakaknya di kawasan Gunung Bakaran.

Ismail diciduk Jatanras Polres Balikpapan pada sore hari.

"Antara pelaku dan korban sebenarnya sudah kenal bahkan kadang tinggal satu indekos. Namun, korban sakit hati karena ditegur dan dipukul saat pesta miras di indekos pelaku," terang Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Ipda Tri Ekwan DJ.

Polisi menjerat Ismail dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang berujung kematian. [] jpnn.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.