TamiangNews.com, RIYADH -- Operasi pemisahan bayi kembar siam asal Palestina berlangsung sukses di Riyadh, Arab Saudi, Ahad (7/1). Kepala tim operasi medis Abdullah bin Abdulaziz Al-Rabiah mengatakan bayi sudah dalam kondisi stabil.

Foto : republika.co.id
Dokter yang juga Penasihat di Pengadilan Kerajaan dan Supervisor Jenderal King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) ini mengatakan operasi berlansung dalam enam fase. Pemisahan awal dilakukan pada sistem urinari dan dinding pinggul selama tiga jam.

Menurut Al-Rabiah, bayi siam Farah dan Haneen bukan tipe siam dua individu. Farah termasuk kembar parasit dan tidak memiliki kehidupan. Ia tidak punya organ yang menunjang kehidupan seperti otak, jantung dan paru-paru sehingga kini hanya bayi Haneen yang dapat hidup.

"Operasi berjalan seperti yang direncanakan," kata Al-Rabiah. Ini menjadi operasi pemisahan siam ke-45 yang sukses.

Operasi dilakukan di King Abdullah Specialized Children Hospital, Riyadh. Konsultan Operasi Anak, Mohammed Al-Namshan yang juga anggota tim operasi mengatakan operasi dimulai pada pukul delapan pagi hari. Beragam langkah dilakukan hingga operasi komplit dalam waktu mencapai 15 jam.

Ia juga menambahkan tim memperlakukan Farah sebagai kembar parasit. Selain tidak memiliki organ penunjang hidup, organ lainnya yang berkembang juga tidak dalam kondisi normal. [] republika.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.