TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata menjelaskan waria yang diamankan dari lima salon di Lhoksukon dan Pantonlabu, Kecamatan Jambo Aye, pada Sabtu (27/1/2018) telah kembali ke kodratnya sebagai laki-laki.

Foto : tribunnews.com
"Setelah kita amankan dan kita bina, rambutnya kita pangkas dan rapikan, seperti laki-laki, Alhamdulillah kini sudah kembali ke fitrahnya sebagai laki-laki. Dan itu tidak butuh lama, hanya satu hari saja. Kini mereka kini sudah macho dan menjadi laki-laki banget," kata AKBP Untung Sangaji, sapaan akrab bagi Kapolres Aceh Utara ini.

Pendapat tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber eksternal pada Program Cakrawala Serambi FM mengupas Salam Serambi berjudul Inilah Ketegasan Aceh Menolak Praktik LGBT, Selasa (30/1/2018).

Program Cakrawala Serambi FM itu dipandu host Vea Artega dan menghadirkan Wakil Redaktur Pelaksana (waredpel) Serambi Indonesia, Nasir Nurdin.

Menurut AKBP Untung Sangaji, pembinaan itu bertujuan agar para banci atau waria itu kembali ke kodratnya sebagai laki-laki.

Ternyata terbukti mereka bisa menjadi laki-laki dan menjadi baik

Meski, diakui ada gejolak pro dan kontra terkait tindakannya melakukan 'Operasi Pekat' bersama tim gabungan Polres Aceh Utara dan Satpol PP dan WH Aceh Utara, beberapa hari lalu.

"Saya tidak peduli apapun komentar orang yang pro-terhadap kelompok itu. Intinya yang saya lakukan ini untuk kebaikan mereka, sebagai anak dan adik-adik kita agar kembali ke kodratnya sebagai laki-laki," tegas AKBP Untung. [] tribunnews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.