TamiangNews.com, JAKARTA -- Gregoria Mariska mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara dunia junior pada tahun lalu. Gregoria akan berjuang untuk mencapai sukses serupa di level senior.


Foto : Detik.com
Gregoria merebut gelar nomor tunggal putri di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 yang digelar di Yogyakarta pada bulan Oktober. Dia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjadi juara dunia junior sejak Kristin Yunita melakukan hal serupa pada 1992.

Gregoria kini tengah mencoba untuk tampil lebih stabil, khususnya di turnamen internasional di level senior. Dapat gelar paling bergengsi di kelas junior tak serta merta membuatnya puas.

"Target saya untuk sukses kan bukan di kelas junior saja. Namun, gelar ini tak mau saya jadikan beban, harusnya malah termotivasi, berarti saya punya modal untuk terjun ke kelas senior. Mudah-mudahan saya lebih banyak prestasi di kelas senior," kata Gregoria kepada badmintonindonesia.org.

Gregoria, yang sekarang berusia 18 tahun, sedang mempersiapkan diri untuk terjun di turnamen Indonesia Masters 2018. Dia melahap porsi latihan ekstra demi mencapai hasil sebaik mungkin.

Di Indonesia Masters 2018, Gregoria harus berjuang dari babak kualifikasi. Di laga kualifikasi pertama, Sofie Holmboe Dahl (Denmark) akan menjadi lawan Gregoria. Jika lolos, Gregoria akan bertemu dengan pemenang duel antara Delphine Lansac (Prancis) dan Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark).

"Hasil undiannya cukup lumayan, saya punya peluang ke babak utama. Saya sudah pernah menang melawan Dahl, jadi saya sudah punya gambaran tentang pertandingan nanti melawan dia," ujar Gregoria.

"Persiapan saya jelang kejuaraan ini cukup bagus. Sepulang dari Thailand Masters 2018, saya dipersiapkan pelatih untuk kejuaraan ini. Mungkin saya tinggal perlu penyesuaian lapangan, kan suasana Istora baru lagi. Saya juga harus jaga kondisi jangan sampai sakit," kata pemain kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999, ini.

Gregoria telah menjajal lapangan Istora Senayan pada Rabu (17/1/2018). Dia mengungkapkan kesannya terhadap wajah baru Istora, yang direnovasi menjelang Asian Games 2018.

"Lapangannya cukup berangin. Katanya nanti akan diatur lagi, mudah-mudahan akan berkurang anginnya. Pencahayaannya juga bagus dibanding kemarin lampunya agak kuning, sekarang kan putih, lebih terang," kata Gregoria saat ditemui di Istora.

"Rasanya seperti bukan di Istora, beda banget. Tentu bangga punya stadion seperti ini, sudah direnovasi jadi bagus sekali. Mudah-mudahan nanti stadion seperti ini tidak cuma ada di Jakarta saja, supaya pertandingan bulutangkis bisa tersebar di daerah-daerah lain," katanya.

Indonesia Masters 2018 akan dilangsungkan pada 23-28 Januari 2018 di Istora Senayan. Turnamen ini merupakan kejuaraan level 4 BWF. [] Detik.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.