TamiangNews.com, DUNIA -- Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay menyesalkan keputusan Israel menarik diri dari lembaga yang dipimpinnya. Israel menyatakan keluar dari UNESCO pada 31 Desember 2018.


"Saya sangat menyesali hal ini, karena keyakinan saya bahwa di dalam UNESCO dan tidak di luarnya, berbagai negara dapat berusaha mengatasi perbedaan di bidang kompetensi organisasi," kata Azoulay dikutip dari laporan AFP, Sabtu (30/12).

Azoulay mengatakan Israel telah secara resmi memberi tahu badan PBB, UNESCO, mengenai mundurnya mereka dari organisasi tersebut, dua bulan setelah Israel mengumumkan akan mengikuti jejak Amerika Serikat.

Azoulay mengatakan dirinya telah secara resmi diberi tahu pada Jumat (29/12) bahwa Israel mundur dari badan PBB yang mengurus pendidikan dan kebudayaan itu.

Keputusan Israel ini menyusul keputusan yang sama yang diumumkan AS pada 12 Oktober. AS menyatakan keluar karena menganggap UNESCO anti Israel. Saat itu, AS menilai berbagai resolusi yang diterbitkan UNESCO lebih memihak Palestina.

Diantaranya terkait sengketa tempat warisan budaya di Yerusalem dan wilayah Palestina. AS dan Israel tidak sepakat dengan keputusan UNESCO menetapkan Hebron dan dua kuil di jantung wilayah itu, yakni makam para Patriark Yahudi (Jewish Tomb of the Patriarch) dan Masjid Ibrahim, sebagai situs warisan dunia yang berada dalam bahaya atau 'Palestinian World Heritage Site in Danger'.

AS dan Israel kian tak terima karena UNESCO mengakui Palestina sebagai negara anggota pada 2011. Terkait keputusan itu, AS lantas memotong dana untuk UNESCO, sekitar seperlima dari anggaran badan PBB itu. [] R.MOL.CO

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.